RADAR MALANG – Kota Tarakan, Kalimantan Utara, diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,8 pada Rabu (5/11/2025) sore. Guncangan yang cukup kuat terasa di berbagai wilayah kota, membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, gempa tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga rusak parah, bahkan beberapa di antaranya roboh. Selain itu, beberapa fasilitas umum dan bangunan publik juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat getaran yang terjadi secara tiba-tiba.
Berdasarkan data dari BMKG, gempa terjadi sekitar pukul 16.08 WITA dengan pusat gempa berada di darat, tepatnya di wilayah Tarakan Timur, pada kedalaman 10 kilometer. Lokasi yang berdekatan dengan permukiman padat membuat dampaknya terasa cukup besar bagi warga sekitar.
Guncangan berlangsung sekitar lima hingga enam detik, namun cukup kuat untuk membuat perabotan rumah bergoyang dan dinding beberapa bangunan mengalami retakan. Dari hasil peninjauan di lapangan, dua rumah warga dilaporkan roboh di daerah Karang Anyar dan Juata Laut.
Selain itu, beberapa rumah lain mengalami kerusakan sedang hingga berat, seperti dinding retak, atap runtuh sebagian, dan tembok yang bergeser dari pondasinya. Warga yang rumahnya rusak berat kini mengungsi ke tenda darurat yang disediakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan.
Kepala Pelaksana BPBD Tarakan, melalui keterangan resminya, menyebut bahwa pihaknya bersama TNI dan Polri langsung bergerak menuju lokasi terdampak untuk membantu evakuasi dan mendirikan tenda darurat.
Hingga Kamis pagi (6/11), tim gabungan masih melakukan pendataan terhadap jumlah rumah yang mengalami kerusakan serta kebutuhan logistik bagi para korban terdampak.
Tak hanya rumah warga, beberapa fasilitas umum juga turut terdampak. Di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, pasien dan tenaga medis sempat berhamburan keluar ruangan karena khawatir akan runtuhnya bangunan.
Beberapa bagian dinding rumah sakit mengalami retakan, sementara sejumlah peralatan medis sempat dipindahkan untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.
Hal serupa juga terjadi di RS Pertamina Tarakan. Pasien dan keluarga mereka memilih menunggu di area parkir hingga situasi dinyatakan aman. Sejumlah warga mengaku masih trauma akibat guncangan yang terasa cukup kuat tersebut.
Selain rumah sakit, beberapa toko dan tempat usaha di pusat kota juga mengalami kerusakan ringan, di mana barang dagangan jatuh dari rak dan kaca etalase retak. Hingga kini, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Pemerintah Kota Tarakan berencana memberikan bantuan perbaikan bagi rumah warga yang rusak berat, sementara proses rehabilitasi dilakukan secara bertahap bersama pihak TNI, Polri, dan relawan.
Meskipun kondisi mulai berangsur pulih, sebagian warga masih memilih untuk tidur di luar rumah atau di tenda sementara karena khawatir akan adanya gempa susulan. BMKG sendiri mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada, serta tidak mudah terpancing isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Peristiwa gempa bumi di Tarakan menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama di wilayah yang berpotensi rawan gempa. Meski tidak ada korban jiwa, kerusakan rumah dan fasilitas publik menunjukkan bahwa dampak gempa tetap dapat menimbulkan kerugian besar.
Saat ini, fokus pemerintah dan warga adalah memperbaiki kerusakan serta memastikan para korban terdampak mendapat bantuan yang memadai. Dengan kerja sama antara BPBD, TNI-Polri, dan masyarakat, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan cepat dan kehidupan warga Tarakan segera kembali normal. (gg)
Editor : A. Nugroho