RADAR MALANG – Ledakan keras mengguncang SMA Negeri 72 Jakarta di kawasan Kelapa Gading pada Jumat siang (7/11/2025). Peristiwa terjadi saat para siswa tengah melaksanakan salat Jumat di masjid sekolah, menyebabkan suasana panik dan kepanikan meluas ke seluruh lingkungan sekolah.
Akibat kejadian itu, sekitar 60 siswa menjadi korban. Sebanyak 21 siswa sudah dipulangkan setelah mendapat perawatan, sementara 33 lainnya masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Jakarta. Sisanya masih dalam tahap observasi ringan dan pendataan oleh pihak sekolah serta tenaga medis. Hingga kini, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan bahwa pelaku merupakan siswa kelas 12 di sekolah tersebut. Ia diduga melakukan aksi itu seorang diri. Polisi masih menelusuri motif di balik peristiwa ini, termasuk dugaan adanya tekanan sosial atau masalah pribadi yang dialami pelaku sebelum kejadian.
“Pelaku diduga berasal dari internal sekolah. Saat ini kami masih mendalami latar belakang dan motifnya,” ujar salah satu pejabat kepolisian.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, aparat menemukan sebuah senjata rakitan yang ternyata hanya mainan. Meski begitu, benda itu menjadi sorotan karena pada tubuh senjata terdapat tulisan yang menyerupai simbol neo-Nazi dan nama pelaku penembakan massal internasional, seperti Brenton Tarrant, Alexandre Bissonnette, dan Peyton Gendron.
Temuan ini menimbulkan dugaan bahwa pelaku terpapar konten ekstrem di internet. Untuk itu, kepolisian bekerja sama dengan tim siber guna melacak jejak digital pelaku serta kemungkinan keterkaitan dengan ideologi tertentu.
Usai kejadian, pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta menutup sementara aktivitas belajar di SMAN 72. Sekolah disterilkan untuk penyelidikan, sementara tim psikolog diterjunkan guna memberikan pendampingan kepada para siswa dan guru yang trauma.
“Kami memastikan keamanan lingkungan sekolah dan mendampingi siswa agar pulih dari trauma,” ujar perwakilan Dinas Pendidikan.
Sampai kini, tim laboratorium forensik Polri masih meneliti bahan peledak yang digunakan pelaku. Pemeriksaan terhadap keluarga dan teman-teman dekatnya juga dilakukan untuk mengungkap motif sebenarnya. Polisi belum memastikan apakah pelaku bertindak sendiri atau ada pihak lain yang terlibat dalam peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta tersebut. (gg)
Editor : A. Nugroho