MALANG KOTA – Sebuah video yang menampilkan aksi perundungan viral di media sosial, kemarin (12/11). Perundungan itu diduga terjadi di tangga menuju makam Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun. Melibatkan 4 remaja SMP, dengan tiga pelaku dan satu korban, diduga peristiwa ini terjadi karena terbakar api cemburu.
Video yang viral di Facebook itu diduga direkam oleh salah satu pelaku. Ada dua video yang beredar. Satu video dengan durasi 3 menit 18 detik.
Sementara satu video lagi berdurasi 1 menit 25 detik. Kedua video itu menampilkan remaja perempuan yang mengenakan kaus hitam dan celana selutut. Dia mendapat penganiayaan dari 3 remaja perempuan lainnya.
Dalam video tersebut, korban mendapat tamparan pada pipi kanan maupun kiri. Selanjutnya, terduga korban terlihat mencoba melarikan diri ke arah sungai. Namun ditahan oleh 3 pelaku. Para pelaku perundungan itu sempat menyampaikan ancaman dan perkataan kasar.
Wartawan koran ini pun mencoba mengkonfirmasi perangkat setempat. Kasdiono, Ketua RW 9 Kelurahan Tanjungrejo membenarkan perundungan di lingkungannya.
”Saya diberitahu ada video (perundungan, Red) yang beredar di Facebook. Dari sana, beberapa warga maupun pengurus lingkungan setempat banyak yang menghubungi saya,” katanya.
Usai mendapat informasi, Kasdiono langsung menghubungi Ketua RT 7. Sebab lokasi kejadiannya masuk lingkungan RT 7. Namun, terduga korban belakangan diketahi merupakan anak salah satu warga RT 3.
Sementara untuk para terduga pelaku, ada yang berasal dari RW 7 dan RW 13. Seluruhnya bersekolah di SMP yang sama dengan usia yang tentu saja masih belasan.
Kasdiono melanjutkan, dari informasi yang diterimanya, perundungan terjadi Sabtu lalu (9/11). Saat kejadian, 3 pelaku menghampiri terduga korban di kediamannya di RT 3. ”Korban sedang sendirian karena ibu dan kakaknya bekerja. Sementara ayahnya sedang bekerja di Lombok,” jelasnya.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, di kediaman korban, para pelaku sempat melakukan pemukulan. Kemudian, terjadi perundungan untuk yang kedua kalinya di tangga makam Kelurahan Tanjungrejo.
Kabarnya, 3 pelaku mengundang terduga korban ke lokasi via chat. Karena tidak ingin dianggap pengecut, korban pun datang menemui ketiganya. Namun korban lagi-lagi mendapat tindak kekerasan.
Setelah dugaan perundungan, terduga korban dikabarkan sempat tidak berani melapor. Saat ditanya mengenai lebam-lebam pada bagian pipi dan lengan, dia menolak memberitahu soal ketiga terduga pelaku. ”Bahkan Senin (10/11), dia masuk ke sekolah ditemani kerabatnya karena takut,” imbuh Kasdiono.
Terkait penyebab perundungan, Kasdiono masih menunggu informasi pasti. Namun ada informasi bahwa terjadi kesalahpahaman antara 4 perempuan karena masalah laki-laki.
Korban yang menjadi pengurus sekolah hendak menagih uang kepada teman laki-lakinya. Kabarnya, saat itu para pelaku perundungan dalam video tersbeut mendengar korban memanggil teman laki-lakinya dengan panggilan sayang.
”Saya belum tahu tepatnya dipanggil seperti apa si teman laki-lakinya itu. Entah salah panggil atau apa. Namun, teman laki-lakinya itu disukai oleh salah satunya,” sebut Kasdiono.
Saat itulah, ketika mendengar panggilan itu, salah satu pelaku merasa tidak terima alias cemburu. .
Selain berkoordinasi dengan perangkat setempat, Kasdiono juga sudah menghubungi ayah korban. Ayah korban langsung kembali ke Kota Malang begitu mengetahui video perundungan yang melibatkan putrinya. Dia merasa tidak terima dan berniat melapor ke polisi.
Sebelum itu, korban sudah diantar ke rumah sakit untuk melakukan visum. Saat visum, ditemukan lebam pada bagian lengan yang berwarna kehitaman. (mel)
Editor : A. Nugroho