RADAR MALANG - Rumor mengenai kembalinya Zayn Malik ke One Direction kembali ramai di media sosial. Para penggemar dibuat penasaran oleh berbagai spekulasi yang beredar.
Kegaduhan ini muncul setelah dokumen resmi milik PPM Music Limited mengalami pembaruan. Perubahan tersebut memicu dugaan bahwa ada gerakan baru dari para anggota.
Diduga Pertanda Reuni
Pembaruan dokumen pada Senin (3/11) tersebut menarik perhatian banyak pihak. Alamat terdaftar Zayn berubah menjadi alamat berbasis Amerika Serikat. Hal ini dinilai sebagai tanda adanya aktivitas baru dalam struktur perusahaan grup itu.
Awalnya, seluruh anggota One Direction memiliki alamat yang sama di pusat London dengan kantor Lee and Thompson LLP.
Kini, Zayn juga terdaftar sebagai “person with significant control” yang menandakan peran penting dalam pengambilan keputusan strategis.
Status ini membuat publik semakin yakin bahwa ia kembali terlibat dalam urusan resmi grup.
Para penggemar melihat perubahan tersebut sebagai sinyal positif tentang reuni yang mereka nantikan. Beberapa penggemar bahkan mengaitkannya dengan kepergian Liam Payne pada 2024 yang disebut mendekatkan kembali para anggota.
Walaupun begitu, tidak ada konfirmasi terkait rencana comeback dari pihak grup. Harry, Louis, Zayn, dan Niall juga masih fokus menjalani karier solo sejak perpisahan mereka pada 2016.
Meski belum ada pengumuman proyek baru, kembalinya nama Zayn dalam struktur perusahaan tetap dianggap sebagai langkah penting menuju reuni One Direction.
Bantahan Rumor Tersebut
Dokumen terbaru per Kamis (13/11) justru menampilkan informasi berbeda. Tidak ada bukti bahwa ada anggota yang kembali menjabat sebagai direktur dalam perusahaan.
Seluruh anggota sudah tercatat resign dari posisi tersebut sejak 31 Desember 2022.
Perubahan yang viral pada 3 November ternyata hanya berkaitan dengan pembaruan alamat Zayn. Hal ini tidak menunjukkan pemulihan jabatan atau indikasi aktivitas manajerial baru.
Zayn, Harry, Louis, dan Niall tetap berstatus “significant influence or control” yang sudah mereka pegang sejak 2016. Status itu tidak berubah dan tidak cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa proyek reuni sedang disiapkan. (kdk)
Editor : A. Nugroho