Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Program CINTA Antar TK Lab UM Raih Penghargaan GTK 2025

Aditya Novrian • Jumat, 21 November 2025 | 13:13 WIB

 

INOVATIF: Kepala TK Laboratorium UM Rahayu Asyhari SPd MPd (kiri) meraih penghargaan GTK Transformatif Kepala TK Terbaik 1 ajang Apresiasi Guru Tenaga Pendidikan (GTK) Provinsi Jawa Timur Tahun 2025.
INOVATIF: Kepala TK Laboratorium UM Rahayu Asyhari SPd MPd (kiri) meraih penghargaan GTK Transformatif Kepala TK Terbaik 1 ajang Apresiasi Guru Tenaga Pendidikan (GTK) Provinsi Jawa Timur Tahun 2025.

MALANG KOTA – TK Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM) kembali mencatat prestasi membanggakan. Sekolah yang beralamat di Jalan Magelang 2, Lowokwaru, Kota Malang, itu meraih penghargaan GTK Transformatif Kepala TK Terbaik 1 dalam ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi Jawa Timur 2025. Penghargaan diberikan dalam acara di Hotel Morazen pada 5–7 November lalu.

Di bawah kepemimpinan Rahayu Asyhari SPd MPd, TK Lab UM dinilai unggul lewat inovasi pengelolaan pembelajaran karakter berbasis Program CINTA (Cerdas, Inovatif, Nasionalis, Tanggung Jawab, Akhlak Mulia, dan Aktif). Program tersebut menjadi terobosan pendidikan abad 21 dengan mengintegrasikan teknologi, penguatan karakter, refleksi pembelajaran, serta kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Inovasi itu diwujudkan melalui beragam aksi nyata. Di antaranya penggunaan teknologi Augmented Reality (AR) untuk penguatan budaya dan nasionalisme, Sedekah Nasi Bungkus (Senabung) sebagai pembiasaan empati sosial, program Guest Teacher yang menghadirkan orang tua sesuai profesinya, serta penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai rutinitas pembentuk karakter. Selain itu, Program Gutera mendorong budaya reflektif dan kolaboratif di kalangan guru dan tenaga pendidik.

TK Lab UM juga berkomitmen mengimbaskan Program CINTA ke berbagai lembaga PAUD di Jawa Timur, sekaligus terus mengembangkan teknologi AR agar pembelajaran semakin adaptif dan kontekstual.

Rahayu bersyukur atas capaian tersebut. “Terima kasih atas support luar biasa dari semua pihak. Keberhasilan program ini lahir dari sistem pengelolaan sekolah yang mengedepankan refleksi, aksi nyata, dan pelibatan aktif orang tua. Pendidikan karakter bukan sekadar teori, tetapi kerja bersama yang dirasakan anak, keluarga, dan lingkungan,” ujarnya. (bes)

Editor : Aditya Novrian
#TK Laboratorium Universitas Negeri Malang #inovasi