Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kebuli Instan Riyadh, Inovasi Santripreneur untuk Penguatan Branding dan Kemandirian Ekonomi Pesantren

Aditya Novrian • Jumat, 21 November 2025 | 20:32 WIB

Photo
Photo

PASURUAN – Semangat kemandirian ekonomi pesantren kembali digaungkan lewat program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Kebuli Instan Riyadh sebagai Penguatan Branding dan Income Generating melalui Diversifikasi Produk Unggulan Pesantren”. Program ini digarap tim kolaborasi dosen dari Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), dengan pendanaan dari DPPM Kemdiktisaintek.

Tim diketuai Della Rulita Nurfaizana, M.Pd. (UM) dengan keahlian manajemen. Ia menggandeng Dr. Endah Andayani, M.M. (Unikama) yang fokus pada ilmu sosial, serta Eliza Silviana Miftakh, M.Pd. (UM) yang memiliki kepakaran akuntansi. Mereka bermitra dengan Unit Usaha Kuliner Riyadh di Pondok Pesantren Ar-Riyadh, Pasuruan. Unit usaha ini dikelola para santri sebagai bagian pembelajaran santripreneurship.

Penyerahan TTG berupa Smart Mill Grinder kepada Mitra
Penyerahan TTG berupa Smart Mill Grinder kepada Mitra

Melalui program PKM tersebut, tim menghadirkan lima kegiatan utama yang menyasar peningkatan kapasitas bisnis santri. Mulai coaching studi kelayakan bisnis untuk memetakan prospek usaha kebuli instan, pendampingan laporan keuangan agar pengelolaan usaha lebih transparan dan akuntabel, hingga pelatihan digital marketing yang membekali santri strategi pemasaran berbasis media sosial dan marketplace.

Tak hanya itu, pesantren juga mendapatkan Transfer Teknologi Tepat Guna berupa Smart Mill Grinder untuk menunjang proses produksi yang higienis dan efisien. Rangkaian kegiatan ditutup dengan produksi perdana Kebuli Instan Riyadh sebagai produk unggulan baru pesantren.

Produk Kebuli Instan Riyadh Hasil Diversifikasi.
Produk Kebuli Instan Riyadh Hasil Diversifikasi.

Hasilnya langsung terasa. Omzet unit usaha tercatat naik hingga 50 persen. Produk kebuli instan juga kini hadir dengan kemasan baru berbahan vacuum pouch food grade yang lebih menarik dan tahan lama. Antusiasme santri, dukungan pimpinan pesantren, serta sinergi lintas keilmuan antara administrasi, kewirausahaan, dan akuntansi menjadi faktor pendorong keberhasilan program ini.

Ke depan, tim pengabdi berkomitmen melanjutkan pendampingan dengan memperluas distribusi lewat toko oleh-oleh dan platform digital. Mereka juga tengah menyiapkan pengajuan HKI untuk desain kemasan. Kebuli Instan Riyadh bukan sekadar inovasi kuliner, tetapi wujud kolaborasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai pesantren menuju kemandirian ekonomi dan kontribusi pada Indonesia Emas 2045.

Editor : Aditya Novrian
#santripeneur #Mandiri Ekonomi #branding