Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Revitalisasi Alun Alun Merdeka Rampung Pertengahan Januari

Aditya Novrian • Senin, 24 November 2025 | 19:53 WIB
DIKEBUT: Pekerjaan fokus di area air mancur kemarin (23/11). Proyek revitalisasi Alun-Alun Merdeka ditarget tuntas pertengahan Januari 2026.
DIKEBUT: Pekerjaan fokus di area air mancur kemarin (23/11). Proyek revitalisasi Alun-Alun Merdeka ditarget tuntas pertengahan Januari 2026.

MALANG KOTA – Tahun baru bakal diiringi alun-alun wajah baru. Itu jika proyek revitalisasi Alun-Alun Merdeka rampung sesuai target, yakni pertengahan Januari 2026. Kini, progres penyelesaiannya sudah 50 persen.

Pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin (23/11), fokus pengerjaan berkutat di area air mancur. Seperti diberitakan, konsep air mancur alun-alun bakal berganti. Sebelumnya menggunakan kolam, nantinya akan diubah menjadi dry fountain.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran menerangkan, progres pembangunan menunjukkan tren positif. Sebab maju 5 persen dari perkiraan. 

"Keseluruhan sudah mencapai 50 persen. Targetnya selesai 20 Januari nanti," ujar Raymond.

Setelah mengerjakan air mancur, selanjutnya berganti fokus pada pembangunan area bermain anak. Raymond mengatakan, fasilitas playground direncanakan tiba 10 Desember depan. Alat permainan diimpor dari Malaysia. 

“Untuk area sendiri sudah disiapkan. Tinggal menunggu alatnya datang pada Desember depan. Setelah datang tinggal dipasang, semua sudah disinkronkan dengan rencana proyek," jelasnya.

Raymond menegaskan, revitalisasi tidak akan mengubah kesan heritage dari alun-alun. Kerindangan pohon dipastikan tetap terjaga. Kemudian tidak akan ada pemasangan pagar, sehingga memudahkan masyarakat untuk masuk.

Lebih lanjut, ada satu hal yang menjadi perhatian pada revitalisasi Alun-Alun Merdeka. Raymond mengatakan, legislator meminta ke depan ada penataan PKL. Karena idealnya kawasan alun-alun steril dari aktivitas berdagang.

Terkait hal itu, Pemkot Malang tengah membahas mekanisme penataan PKL. Hal ini untuk menghindari kejar-kejaran dengan petugas satpol PP yang sering terjadi selama ini ketika razia. “Kami bersama satpol PP dan Dinas Perhubungan merumuskan pola penataan PKL. Mereka tetap mencari nafkah, tapi tidak berjualan di dalam kawasan alun-alun,” tandas Raymond.

Di lain pihak, anggota Komisi C DPRD Kota Malang Arief Wahyudi meminta Pemkot Malang tidak sekadar mempercantik wajah alun-alun. Tetapi perlu adanya penataan kawasan. 

“Akan menjadi percuma kalau revitalisasi sudah dilakukan, tetapi parkir dan PKL tidak ditata," tegasnya.

Ketika dua masalah itu belum teratasi, Arief mengatakan, wajah alun-alun tetap kumuh dan semrawut. Sebab kurangnya menjaga kebersihan kawasan. 

"Kami meminta ada skema penataan yang disusun mulai sekarang. Kalau perlu ada pos khusus satpol PP untuk menghalau PKL," pungkas Arief. (adk/dan)

Editor : Aditya Novrian
#Alun Alun Merdeka #Playground #air mancur #heritage #Revitalisasi