MALANG KOTA - Untuk pertama kalinya sejak 2023, Pemkot Malang tidak menentukan pengerjaan drainase di titik-titik tertentu pada 2026 nanti.
Pengerjaan gorong-gorong difokuskan pada usulan masyarakat melalui program RT berkelas dan pokok pikiran (Pokir) DPRD Kota Malang. Sebagai informasi, sejak tahun 2023, total ada 93 titik drainase yang dikerjakan menggunakan APBD Kota Malang.
Pada tahun pertama, dilakukan pengerjaan di 35 titik. Kemudian tahun 2024 sebanyak 34 titik. Sedangkan pada 2025 ini ada di 25 titik.
Pada tahun ini, pembangunan drainase dilakukan di Jalan Ki Ageng Gribig, Jalan LA Sucipto dan Jalan IR Rais. Kepastian tidak adanya titik tertentu yang dikerjakan tahun 2025 disampaikan anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi, kemarin.
Dia menjelaskan, pembangunan drainase dari usulan eksekutif dan legislatif pada tahun depan difokuskan pada bantuan anggaran yang diterima dari Bank Dunia. Yakni untuk pengerjaan di Jalan Bondowoso dan Jalan Letjen Suparman.
Anggarannya mencapai Rp 143 miliar. ”Setelah dilakukan hearing beberapa kali dengan dinas terkait, diputuskan tidak ada anggaran khusus untuk drainase perkotaan,” jelas Arief.
Dengan kebijakan itu, lanjut dia, bukan berarti tidak ada pengerjaan drainase tahun depan. Proyek tetap ada. Yang membedakan hanya asal usul pengusulannya.
Jika sebelumnya pengerjaan difokuskan pada jaringan drainase di jalan raya, tahun depan pembangunan gorong-gorong difokuskan pada kawasan perumahan. Dengan begitu, anggaran yang dibutuhkan akan lebih kecil.
”Perbaikan drainase difokuskan pada lingkungan kecil di perumahan. Sesuai usulan musrenbang (musyawarah rencana pembangunan) dan pokir,” terang Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, usulan dari program bantuan Rp 50 juta per RT atau RT berkelas didominasi bidang infrastruktur.
Permohonan perbaikan drainase menjadi yang terbanyak. Disusul dengan perbaikan jalan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto menyampaikan, bantuan dari Bank Dunia sangat membantu realisasi masterplan drainase tahun 2028. Sehingga Pemkot Malang saat ini tinggal fokus memperbaiki drainase di lingkungan perumahan.
Meskipun anggaran drainase di dua titik ter-cover Bank Dunia, Pemkot Malang tetap membantu dalam tahap persiapan. Seperti pembersihan utilitas yang berada di atas saluran drainase.
”Pengerjaan di Bondowoso dan Letjen Suparman dijadwalkan awal 2026. Kemungkinan dimulai bulan Maret,” tutur Dandung. (adk/by)
Editor : Aditya Novrian