MALANG RAYA - Mulai kemarin sampai Desember nanti, Kementerian Sosial (Kemensos) RI menyalurkan bantuan langsung tunai sementara (BLTS).
Di Malang Raya, ada 81.113 keluarga yang mendapat bantuan senilai Rp 900 ribu itu. Wakil Kepala Kantor Pos Malang, Bambang Sulistyo mengatakan, penyaluran BLTS dibagi menjadi dua tahap.
Tahap pertama pada November yang berlangsung dari tanggal 22 sampai 30 November mendatang. ”Untuk puluhan ribu keluarga penerima manfaat itu berasal dari Kota Malang dan Kabupaten Malang,” kata dia, kemarin (25/11).
Untuk warga Kabupaten Malang bisa mengambil di kantor pos terdekat. Sementara warga Kota Malang mengambil di kantor pos yang ada di Jalan Merdeka Selatan, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen mulai pukul 07.30 sampai 17.00.
Bambang melanjutkan, pengambilan BLTS dilakukan secara bergantian. Sebagai contoh kemarin dari Kelurahan Bakalankrajan.
Selanjutnya untuk hari ini (26/11) dijadwalkan pengambilan dari warga Kelurahan Sukoharjo, Kelurahan Kasin, Kelurahan Kauman, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kelurahan Samaan, dan Kelurahan Rampal Claket.
Selanjutnya yakni warga Kelurahan Kiduldalem, Kelurahan Bareng, Kelurahan Gadingkasri, dan Kelurahan Penanggungan.
Bambang menyebut, selama dua hari terakhir, sudah ada 11,6 persen atau 9.458 keluarga penerima manfaat yang mengambil BLTS. Cara mengambilnya cukup dengan membawa surat panggilan yang sudah dibagikan sebelumnya. Warga juga harus membawa KTP asli.
”Kalau tidak bisa mengambil juga bisa kami bantu. Nanti dari pihak keluarga atau tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) silakan mengabari kami dan akan kami antarkan,” ucap dia.
Setelah tahap pertama disalurkan, pihaknya akan membuka penyaluran tahap dua. Namun penyaluran tahap dua masih menunggu alokasi dan jadwal dari Kemensos RI. Yusnia Anggraini, warga Kelurahan Bakalankrajan mengaku, dia mengantre sejak pukul 12.00 untuk mengambil BLTS.
Dia turut bersyukur mendapatkannya. ”Bisa untuk tambahan kebutuhan orang tua dan anak. Sebelumnya saya belum pernah dapat,” terangnya.
Sebelum mendapat BLTS, pihak RT atau RW setempat melakukan verifikasi terlebih dulu. Yusnia pernah diminta foto copy kartu keluarga. Namun baru mendapat kabar BLTS pada bulan November. (mel/by)
Editor : Aditya Novrian