MALANG - Minat investasi properti di Kota Malang terus bergeser ke hunian kos. Melihat peluang itu, Tomoland tampil sebagai pengembang yang berfokus membangun kawasan kos eksklusif. Salah satunya Graha Agung Merjosari yang berlokasi di Jalan Perum Joyo Grand, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru.
Proyek di Merjosari itu menjadi bukti konsistensi Tomoland dalam menghadirkan kawasan hunian kos yang terkonsep. Seluruh unitnya telah terjual. Pencapaian tersebut menambah deretan proyek Tomoland yang laris di pasaran.
Sebelumnya mereka juga menyelesaikan Graha Agung Sigura-gura di Kecamatan Sukun, Graha Agung Highland di Dau, The Comfy Kost di Tasikmadu, hingga Royal Avenue di Kecamatan Blimbing.
Konsistensi penjualan itu terbilang istimewa mengingat Tomoland baru memulai ekspansi bisnis propertinya pada 2022. Dalam waktu singkat, mereka masuk jajaran pengembang yang agresif menggarap pasar hunian kost di Malang.
”Kami melihat kebutuhan investasi rumah kost di Malang sangat tinggi. Maka kami bergerak cepat dengan menghadirkan kawasan yang rapi dan terkonsep,” ujar Pemilik Tomoland Singgih Kharisma Aristyawan.
Menurutnya, ketepatan membaca market menjadi kunci. Lokasi dipilih secara selektif, fasilitas kawasan disiapkan lebih dulu, dan lingkungan dibangun agar nyaman bagi penghuni. Bahkan saat ekonomi melambat di awal tahun, penjualan unit Tomoland tetap stabil.
Hal itu karena pembeli melihat kualitas dan prospek jangka panjang proyek-proyek yang mereka bangun. Singgih menegaskan, fasum dan fasilitas bersama menjadi prioritas di setiap kawasan yang digarap. Masjid, area komersial, hingga clubhouse biasanya dibangun lebih dahulu agar penghuni bisa menikmati fasilitas sejak awal.
Pendekatan itu membuat kawasan kos maupun hunian Tomoland memiliki nilai tambah yang jelas. Graha Agung Merjosari menjadi contohnya. Di atas lahan tiga hektar, Tomoland membangun 190 unit rumah kos yang kini berdiri rapi dan modern.
Potensi hunian tersebut dapat menampung lebih dari seribu penyewa. Kehadiran ribuan penghuni baru itu diproyeksikan memberi dampak ekonomi ke lingkungan sekitar, terutama bagi UMKM yang beroperasi di sekitar kawasan.
”Anak-anak kos biasanya banyak melakukan transaksi di warung, laundry, kedai minuman, dan usaha lokal lainnya. Perputaran ekonominya ikut dirasakan warga,” ungkap Singgih.
Dengan strategi pembangunan yang matang dan fokus pada kawasan kost terintegrasi, Tomoland menempatkan dirinya sebagai salah satu pengembang yang paling progresif di pasar properti Kota Malang. Mereka tidak hanya membangun hunian, tetapi juga ekosistem kawasan yang memberi nilai tambah bagi pembeli dan masyarakat sekitar. (ly)
Editor : Aditya Novrian