MALANG - Universitas Terbuka (UT) Malang kembali menggelar turnamen futsal tahunan UT Cup. Berbeda dari tahun lalu yang diikuti 32 sekolah, tahun ini hanya 24 tim yang berhasil lolos untuk berlaga pada 29-30 November di SM Futsal Jalan Sudimoro, Mojolangu, Kota Malang.
Direktur UT Malang, Dr. Lilik Sulistyowati M.Si., mengungkapkan bahwa pengurangan jumlah peserta menjadi strategi untuk menghadirkan pertandingan yang lebih berkualitas. Seleksi tim lebih diperketat, sehingga setiap pertandingan diharapkan berlangsung kompetitif sejak fase awal.
“Dengan jumlah tim yang lebih sedikit, format menjadi lebih efektif tanpa mengurangi semangat pembinaan prestasi siswa,” ujar ibu direktur. Selain meningkatkan kualitas kompetisi, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang untuk memperkenalkan UT sebagai kampus yang mendukung para atlet.
Menurutnya, UT memiliki sistem online learning yang memungkinkan mahasiswa berlatih tanpa harus meninggalkan kegiatan akademik. “Para atlet sering terkendala jadwal latihan yang padat, sehingga kuliah terabaikan. Di UT, mereka bisa mengatur waktu tanpa takut tertinggal perkuliahan,” jelasnya.
Turnamen yang dihadiri langsung, Andi Lopa Ginting, SE., ME, Manager Registrasi dan Marketing UT Malang selaku ketua panitia menyediakan piala bergilir dan uang pembinaan bagi para juara. Bahkan, Lilik tengah mempertimbangkan pemberian beasiswa khusus bagi atlet yang menunjukkan potensi besar dalam event ini. Selain futsal, UT Malang juga mengembangkan pembinaan olahraga lain seperti e-sport, catur, dan voli.
Dukungan terhadap UT Cup juga datang dari Analis Olahraga Disporepar Kota Malang, Onny Chandra Sofie. Ia menyebut turnamen seperti ini penting untuk menambah jam terbang siswa. “Mereka tidak hanya bergantung pada satu event saja untuk unjuk kemampuan,” katanya.
Dengan format baru dan peserta pilihan, UT Cup 2025 diharapkan menjadi panggung yang mampu melahirkan talenta futsal muda berbakat sekaligus memperkuat citra UT sebagai kampus ramah atlet.
Editor : A. Nugroho