MALANG KOTA - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang menyatakan kesiapannya membantu pembentukan aplikasi manajemen pasar. Berkaca dari sebelumnya, merancang aplikasi tersebut diperkirakan butuh waktu tiga bulan. Nantinya tergantung kelengkapan data dari dinas terkait.
Kepala Diskominfo Kota Malang M. Nur Widianto menyampaikan, pihaknya bisa merancang dua hingga tiga aplikasi per tahun. Pembentukan manajemen pasar ini akan menjadi salah satu prioritas tahun depan.
Untuk pembuatan aplikasi manajemen pasar, pihaknya tidak bisa sendiri. Butuh data dukungan dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang. "Semakin lengkap datanya, akan mempercepat pembentukan aplikasi," ujar Wiwid, sapaan akrabnya.
Dia mencontohkan, untuk aplikasi manajemen pasar, ada beberapa data pendukung yang penting. Mulai data penjual, ukuran kios, hingga data barang yang dijual.
"Dari data itu baru bisa ditentukan arah aplikasinya bertujuan ke mana," imbuh dia. Selain kelengkapan data, Wiwid juga mengingatkan tentang keakuratan. Hal ini penting agar kebijakan nantinya bisa diambil seusai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi menuturkan, pendataan pedagang segera dilakukan bulan ini. Setelah rampung, pihaknya akan memberikan data tersebut kepada diskominfo.
"Sesuai kesepakatan bersama dewan dan pemkot. Targetnya aplikasi ini selesai Maret 2026 depan," ujar Eko.
Dia menekankan, pembuatan aplikasi tersebut membuktikan keseriusan membenahi manajemen pasar rakyat. Sebelumnya, target retribusi pasar diakui belum dihitung berdasarkan potensi asli. Nantinya bisa dilakukan penghitungan sesuai keadaan di lapangan.
"Selanjutnya ketika aplikasi berjalan optimal, menjadi dasar kami menerapkan e-retribusi," pungkas Eko. (adk/dan)
Editor : A. Nugroho