DATANG LANGSUNG: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dalam Grand Opening Wisata Petik Anggur dan Edukasi Budidaya Anggur serta Lelang Amal.
MALANG - Bertempat di Kampus II Polbangtan Malang dilaksanakan Grand Opening Wisata Petik Anggur dan Edukasi Budidaya Anggur serta Lelang Amal, yang diresmikan dan dibuka secara langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Sabtu (6/12).
Acara tersebut merupakan kolaborasi strategis Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang bersama Polbangtan Malang, Duta Peng-Angguran, dan Bank Mandiri yang menghadirkan transformasi aset negara yang fenomenal di Kota Malang. Lahan seluas +/- 6.000 m² di Kampus II Polbangtan Malang yang dulunya berstatus idle (tidur), kini resmi beroperasi sebagai destinasi premium. Inisiatif ini membuktikan bahwa sinergi lintas sektor mampu menyulap aset underutilized menjadi ekosistem produktif yang mencetak Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekaligus menjadi ladang amal kemanusiaan.
Transformasi Aset: Menghidupkan Lahan, Menghidupi Ekonomi Berlokasi di Jalan Ikhwan Ridwan Rais, Klojen, aset ini sebelumnya membebani anggaran dengan tingkat optimalisasi yang rendah. Kini, di bawah pengelolaan teknis komunitas Duta Peng-Angguran, lahan tersebut bermetamorfosis menjadi pusat agrowisata modern dengan puluhan varietas anggur impor yang terbukti tumbuh subur di iklim Malang.
Kepala KPKNL Malang, Kurniawan Catur Andrianto, menegaskan perubahan paradigma pengelolaan aset ini. "Kami mengubah lahan semak belukar menjadi aset bernilai tinggi dengan konsep mix-use. Dampaknya nyata: negara mendapat pendapatan, Polbangtan mendapat sarana edukasi, Duta Peng-Angguran mendapat ruang kreasi, dan Bank Mandiri menyalurkan kepedulian sosialnya. Ini adalah kemenangan bersama," ujarnya.
DIBUKA: Bertempat di Kampus II Polbangtan Malang dilaksanakan Grand Opening Wisata Petik Anggur dan Edukasi Budidaya Anggur serta Lelang Amal. Polbangtan Malang: Laboratorium Nyata Kewirausahaan Dukungan penuh juga datang dari sisi akademisi. Wakil Direktur Polbangtan Malang Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Hamyana, menyambut positif transformasi lahan kampusnya menjadi pusat inovasi yang berdampak nyata. "Bagi kami, ini bukan sekadar pemanfaatan lahan, tetapi sebuah laboratorium kewirausahaan yang hidup.
Mahasiswa Polbangtan kini memiliki akses langsung untuk belajar manajemen agribisnis secara riil, berinteraksi dengan praktisi dari Duta Peng-Angguran, dan memahami dinamika pasar. Sinergi ini memperkuat peran Polbangtan dalam mencetak agropreneur muda yang kompeten dan berdaya saing," tegasnya.
Duta Peng-Angguran: Wahana Edukasi Pertanian Modern Sebagai mitra pelaksana utama, komunitas Duta Peng-Angguran menghadirkan konsep agro- eduwisata terpadu yang mudah dijangkau masyarakat. Kawasan ini tidak hanya menawarkan pengalaman memetik anggur segar dari kebun, tetapi juga menjadi pusat edukasi budidaya dari bibit hingga panen.
Dalam keterangannya, Direktur Duta Peng-Angguran Reny Wihayanti menyampaikan bahwa destinasi ini dirancang sebagai ruang rekreasi sekaligus pembelajaran.
"Kami menghadirkan greenhouse edukasi yang terbuka bagi pelajar dan umum, serta berbagai spot foto estetik untuk memperkenalkan pertanian modern kepada generasi muda. Kami berkomitmen menjadikan tempat ini sebagai wadah pembelajaran, hiburan, dan peluang usaha baru bagi warga Malang," ungkapnya.
Wisata Petik Anggur dan Edukasi Budidaya Anggur ini juga mendukung kepedulian sosial melalui pengadaan sarana joging track bagi masyarakat serta fasilitas magang bagi siswa sekolah maupun santri pondok pesantren.
Duta Peng-Angguran: Wahana Edukasi Pertanian Modern Selain itu terdapat kepedulian terhadap UMKM melalui upaya pendampingan kepada pondok pesantren (ponpes) Bahrul Maghfiroh agar dapat mempunyai keterampilan pengelolaan kebun anggur yang baik di pondok pesantrennya.
Mereka juga menegaskan komitmen jangka panjang terhadap praktik pertanian berkelanjutan dan pengelolaan limbah ramah lingkungan, serta membuka peluang kolaborasi luas dengan sekolah, komunitas pertanian, hingga konten kreator untuk mengangkat potensi agro-eduwisata Malang.
Bank Mandiri Sumbang Jam Tangan Pribadi untuk Amal
Sorotan utama lainnya tertuju pada totalitas dukungan Bank Mandiri. Sebagai bentuk kepedulian nyata, Mantan Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, turut berpartisipasi dengan menyumbangkan koleksi pribadinya untuk dilelang, yakni sebuah jam tangan eksklusif "Tag Heuer".
Partisipasi langsung dari pimpinan tertinggi Bank Mandiri ini mengirimkan pesan kuat bahwa BUMN siap menjadi garda terdepan bergandengan tangan dengan pemerintah untuk isu kemanusiaan. Jam tangan eksklusif ini menjadi primadona lelang yang diperebutkan oleh para kolektor dan dermawan yang hadir.
Panggung Karya Inklusif: Santri, Disabilitas, dan Pegiat Lingkungan
Sesi Lelang Amal yang dipimpin oleh Pejabat Lelang Kelas I, Halim Putra Wijaya, dan dipandu oleh Afslager kenamaan Afifah Romzitama, juga menjadi panggung kehormatan bagi produk-produk bernilai sosial tinggi hasil binaan para mitra.
Peserta lelang dimanjakan dengan keindahan Ikan Koi jenis Kumpay dan Anggrek Spesies Unggulan. Kedua objek ini merupakan produk asli UMKM santri dari Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, membuktikan keberhasilan program kemandirian ekonomi berbasis pesantren.
Nuansa haru dan bangga menyeruak saat lelang menghadirkan Kain Batik Tulis karya istimewa dari tangan-tangan terampil anak-anak penyandang disabilitas. Karya ini menjadi simbol ketangguhan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk menghasilkan seni bernilai tinggi. Melengkapi deretan objek lelang, terdapat Lukisan Artistik yang dibuat dari bahan daur ulang oleh komunitas lingkungan, menyuarakan pesan pentingnya pelestarian alam di tengah pembangunan.
Selain buah anggur, para dermawan dan kolektor juga akan dimanjakan dengan ragam objek lelang bernilai lainnya, antara lain: 1. Jam Tangan Mewah "Tag Heuer" (Koleksi Eksklusif). 2. Lukisan & Kain Batik Tulis karya seniman lokal Malang. 3. Ikan Koi jenis Kumpay yang elegan. 4. Bibit Anggrek spesies unggulan. 5. Bibit Anggur siap tanam untuk pemula. 6. Kerajinan Tangan Daur Ulang yang artistik dan ramah lingkungan.
Agus Budi Utomo, Ketua Panitia Pelaksana, menekankan transparansi penyaluran dana. "Seluruh hasil bersih lelang, mulai dari jam tangan Bapak Dirut Mandiri hingga karya teman-teman disabilitas dan santri, didonasikan sepenuhnya untuk sosial. Ini bukti konkret bahwa aset negara hadir untuk menyejahterakan rakyat," jelas Agus.
Ekosistem Ekonomi Berkelanjutan Wisata Petik Anggur ini telah menciptakan dampak ekonomi signifikan dengan menyumbang PNBP sebesar Rp 177,8 juta. Proyek ini diproyeksikan menjadi pilot project nasional tentang bagaimana kolaborasi antara Pemerintah (KPKNL & Polbangtan), Perbankan (Bank Mandiri), dan Komunitas Ahli (Duta Peng-Angguran) dapat menciptakan dampak yang masif.