Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

UB Gelar Jambore Jazz Kampus, Malam Amal Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatra

A. Nugroho • Senin, 8 Desember 2025 | 04:16 WIB
SIMPATIK: Jambore Jazz Kampus (JJK) kembali menjadi agenda wajib dan salah satu puncak perayaan Dies Natalis ke-63 Universitas Brawijaya (UB).
SIMPATIK: Jambore Jazz Kampus (JJK) kembali menjadi agenda wajib dan salah satu puncak perayaan Dies Natalis ke-63 Universitas Brawijaya (UB).

MALANG – Jambore Jazz Kampus (JJK) kembali menjadi agenda wajib dan salah satu puncak perayaan Dies Natalis ke-63 Universitas Brawijaya (UB).

Konser amal tahunan ini kali ini didedikasikan untuk menggalang dana bagi korban bencana banjir di Sumatra. Acara bertajuk Symphony for All ini sukses memeriahkan GOR Pertamina UB pada Sabtu, 6 Desember 2025. Musisi nasional yang dihadirkan adalah Danilla Riyadi dan Thee Marloes.

Sekitar 1.500 penonton memadati GOR Pertamina malam itu. Panggung dibuka oleh penampilan dari Greyfia, grup band jazz senior dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UB yang telah eksis sejak 1986.

Selanjutnya, kemeriahan dilanjutkan oleh dua pemenang lomba The 13th National Band Competition, yaitu Haledey dan Admingroove.

Rektor UB Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc., menekankan pentingnya penyelenggaraan konser amal seperti JKK secara rutin.

Menurutnya, kegiatan ini memiliki pengaruh sangat positif terhadap pengembangan karakter mahasiswa.

“Kami bisa mengembangkan rasa empati dan jiwa sosial mahasiswa dari konser galang dana semacam ini,” ujar Prof Widodo.

Pelaksanaan JKK murni dikelola oleh mahasiswa UB sendiri, di bawah bimbingan dan dukungan penuh dari Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (IKA FIA UB) dan Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB).

MEMUKAU: Salah satu penampilan dalam puncak perayaan Dies Natalis ke-63 Universitas Brawijaya (UB).
MEMUKAU: Salah satu penampilan dalam puncak perayaan Dies Natalis ke-63 Universitas Brawijaya (UB).

Tema tahun ini, Symphony for All, menggambarkan sebuah kolaborasi harmonis dari kampus dan civitas akademika untuk berbagi dan berbuat baik kepada sesama.

Ketua IKA FIA UB, Wignyo Adiyoso, S.Sos., M.A., Ph.D., mengatakan, salah satu capaian terbesar tahun ini adalah berhasil mengembalikan JKK ke dalam lingkup kampus. Dia juga menjelaskan alasan pemilihan genre jazz yang dianggap paling identik dengan intelektual kampus.

“Karena musik jazz kan selalu mengedepankan kreativitas, inovasi, koordinasi, dan keselarasan yang tercermin saat anggota band mengharmonisasi bermacam perbedaan,” tuturnya.

JKK pertama kali digelar pada tahun 1986. Sejak saat itu, tujuan utamanya konsisten. Yaitu selain galang dana, juga untuk mengapresiasi homeband dari berbagai universitas. Dengan demikian, selain untuk kegiatan sosial, JKK juga menjadi wadah bagi musisi dan band yang baru merintis untuk berkarya dan mendapatkan apresiasi.

Editor : A. Nugroho
#konser #amal #UB #Sumatra