Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Zootopia 2 Hadirkan Gary De’Snake, Karakter yang Disebut Berasal dari Spesies Reptil Indonesia

A. Nugroho • Rabu, 10 Desember 2025 | 20:40 WIB

 

KARAKTER BARU: Zootopia 2 hadirkan karakter ular asal bernama Gary De
KARAKTER BARU: Zootopia 2 hadirkan karakter ular asal bernama Gary De

RADAR MALANG - Kembalinya petualangan Judy Hopps dan Nick Wilde lewat film Zootopia 2 membawa banyak kejutan untuk para penggemar. 

Film dari Walt Disney Animation Studios ini mulai tayang di bioskop Indonesia sejak 26 November 2025 dan menampilkan dunia yang semakin luas dengan karakter baru. 

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah seekor ular berwarna kebiruan bernama Gary De’Snake yang langsung menjadi sorotan banyak orang.

Banyak yang menduga bahwa karakter tersebut terinspirasi dari ular endemik Indonesia. Warna tubuhnya yang unik membuat penggemar menghubungkannya dengan Sunda Island Pit Viper atau spesies dengan nama ilmiah Trimeresurus insularis

Spesies ini sendiri banyak ditemukan di seluruh Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Daerah persebarannya seperti Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Alor, hingga sejumlah pulau kecil di sekitarnya. 

Keberadaan fauna ini juga berkaitan dengan White Lipped Pit Viper atau Trimeresurus albolabris yang menjadi kerabat dekatnya. Habitat mereka berada di kawasan berhutan, area semak, perkebunan, hingga lingkungan dekat pemukiman yang masih memiliki vegetasi rimbun.

Ingin kenalan lebih jauh dengan Gary De’Snake, si Sunda Island Pit Viper? Yuk simak beberapa fakta uniknya

 

  1. Warnanya yang Variatif dan Iconic

Salah satu keunikan dari spesies ular ini adalah variasi warnanya yang sangat mencolok. Spesies ini dikenal memiliki warna tubuh yang bervariasi, termasuk perpaduan warna biru kehijauan. 

Warna kebiruan inilah yang membuat banyak penggemar menduga kemunculan Gary De’Snake terinspirasi dari ular ini. 

Warnanya yang mencolok ini sendiri juga berfungsi sebagai kamuflase alami ketika ular berada di pepohonan atau area vegetasi lembap. Keberagaman warnanya inilah yang membuat ular ini terlihat sangat fotogenik dan mudah dikenali dibandingkan spesies lain. 

Meski tampil cantik, warna itu bukan sekadar estetika. Warna cerah sering kali mengindikasikan bahwa hewan tersebut sangat berbahaya sehingga calon predator cenderung akan lebih waspada.

  1. Punya Kemampuan Mendeteksi Panas 

Sunda Island Pit Viper memiliki organ sensorik khusus yang membuatnya mampu mendeteksi suhu panas dari mangsanya. 

Organ ini terletak di antara mata dan lubang hidung dan dikenal sebagai pit organ. Struktur tersebut bekerja layaknya sensor inframerah alami sehingga ular bisa berburu meski kondisi sangat gelap.

Dengan sensitivitas tinggi terhadap panas tubuh mangsa, mereka dapat menyerang dengan akurat meskipun tanpa mengandalkan penglihatan. Fitur biologis ini juga menjadi salah satu alasan mengapa keluarga viper disebut sebagai pemburu yang efektif.

  1. Ular dengan Bisa yang Mematikan 

Trimeresurus insularis termasuk ular berbisa dengan tingkat toksisitas yang cukup kuat. Bisanya bekerja dengan cara menyerang jaringan tubuh dan sistem peredaran darah. 

Jika tidak segera ditangani, efeknya dapat menyebabkan pembengkakan hebat dan rasa nyeri yang intens. Bisa ini berfungsi sebagai alat pertahanan sekaligus senjata berburu.

Sebagai spesies viper, mereka mengandalkan gigitan cepat dan presisi untuk melumpuhkan mangsa. Meskipun mematikan, ular ini tidak akan menyerang manusia tanpa alasan. 

Interaksi berbahaya biasanya terjadi karena manusia tidak sengaja mendekat atau mengganggu keberadaan mereka di alam.

  1. Aktif di Malam Hari

Sunda Island Pit Viper termasuk hewan nokturnal yang sangat aktif pada malam hari. Aktivitas berburu ini yang biasanya dilakukan setelah matahari terbenam saat suhu lebih lembap.

Kebiasaan ini juga berkaitan dengan kemampuan mendeteksi panas yang menjadi keunggulan mereka dibandingkan predator lain.

Pada siang hari, ular ini lebih suka berdiam diri di ranting pohon atau semak rimbun. Mereka mengandalkan kemampuan kamuflasenya untuk bersembunyi dan melindungi diri. 

Pola ini membuat keberadaan mereka lebih sulit diprediksi dan sering tidak sengaja ditemui manusia yang memasuki habitatnya. (kdk)

Editor : A. Nugroho
#pit viper #walt disney #ular endemik Indonesia #Zootopia 2 #ular