MALANG KOTA - Selama musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pengendara dipersilakan minum gratis di pos-pos yang disediakan. Di Kota Malang tersedia 10 pos. Terdiri atas dua pos pelayanan, lima pos pengamanan, dua pos tanggap bencana dan satu pos terpadu di Jalan Ijen, Kecamatan Klojen.
Pos yang menjadi command center atau pusat komando itu tahun ini bertema cokelat. Dekorasi didesain semenarik mungkin dengan menggabungkan unsur cokelat, pohon natal, dan salju. Di area pos tersedia permen, cokelat, minuman gratis. Siapa pun boleh mengambil tanpa dipungut biaya. “Layanan inti yang kami sediakan adalah cek kesehatan dan pijat gratis menggunakan kursi pijat,” ujar Ipda Futo Parietal, salah satu petugas pos terpadu di Jalan Ijen kemarin (20/12).
Bagi pengendara yang membawa anak, dia mengatakan, pos itu juga sudah menyediakan playground agar orangtua fokus beristirahat. Namun fasilitas tersebut sementara ini hanya tersedia di pos terpadu.
Selain memikat pengendara dengan konsep cokelat dan hiasan Natal, mereka juga menyiapkan halte untuk ojek online (ojol). Bagi ojol yang ingin beristirahat atau membeli makanan kecil juga sudah tersedia ojol mart di sampingnya.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono mengatakan, pihaknya sudah menyiagakan 400 personel. Terdiri atas Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, damkar, hingga relawan untuk pengamanan Nataru. Mereka berfokus pada keamanan, keselamatan, dan respons kebencanaan. “Sekaligus antisipasi peningkatan mobilitas masyarakat selama Nataru 2025,” ujar Nanang.
Kendaraan yang melintas di Malang selama musim libur Nataru diperkirakan terus meningkat. Survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan lonjakan mobilitas masyarakat mencapai 119,5 juta orang secara nasional. Angkanya naik 8,83 persen dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, ada potensi cuaca ekstrem akibat sistem siklonik dan prediksi puncak musim hujan periode November 2025 hingga Februari 2026 sehingga prediksi risiko bencana ikut tinggi.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra sudah menyiapkan skema khusus untuk lalu lintas Nataru. Mulai pencarian jalan alternatif hingga buka tutup ruas jalan. Namun pelaksanaannya bergantung kondisi di lapangan. “Rekayasa bersifat insidental dan sesuai kebutuhan,” paparnya.
Pantauan kendaraan kemarin (20/12) masih cukup lancar. Untuk itu, Dishub hanya menyebar petugas untuk memantau titik rawan kepadatan seperti di Jalan Soekarno Hatta dan pertigaan Rajabally. (aff/dan)
Editor : A. Nugroho