MALANG KOTA – Puluhan siswa TK duduk di ruas Jalan Surabaya kemarin (20/12). Mereka duduk, kemudian mewarnai gerabah berbentuk celengan di tangan masing-masing. Lomba mewarnai yang diikuti 56 anak tersebut dalam rangka Loji Fest.
Lomba mewarnai gerabah tersebut untuk mengenalkan kerajinan tangan dari tanah liat khas Kelurahan Penanggungan, Klojen kepada anak-anak. Selain itu, juga sebagai wadah bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memperkenalkan produknya.
Camat Klojen Willstar Taripar Hatoguan mengatakan, pihaknya menggelar lomba mewarnai gerabah agar mereka mengetahui produk lokal. ”Kami juga berharap dapat meningkatkan penjualan UMKM gerabah,” kata dia.
Salah satu upaya yang dilakukan Willstar adalah mengadakan Loji Fest, yakni wadah bagi warga dan UMKM untuk berkreasi. “Ke depannya kami juga menyediakan klinik UMKM agar mereka makin semangat naik kelas,” katanya.
Sementara ini pihaknya fokus mengulik permasalahan yang dihadapi UMKM Klojen, khususnya gerabah. Belum ada perhitungan berapa jumlah UMKM, namun dia memastikan seluruh UMKM bisa bersama-sama naik kelas untuk memperluas pasar. “Festival UMKM semacam ini efektif menjadi trigger bagi usaha-usaha warga agar terus berkembang,” papar Willstar.
Selain itu, pihaknya juga bakal membentuk pusat ekonomi bernama pojok UMKM. Termasuk mendorong penyediaan transaksi digital seperti QRIS agar akses pembayarannya makin beragam.
Pengunjung yang hadir dalam Loji Fest diperkirakan mencapai 600 orang. Sebab setelah lomba mewarnai bakal disambung penampilan kesenian bantengan Lembu Mahesa Suro. Malam harinya disambung hiburan rakyat dari Vinoqi Entertainment.
Salah satu warga Klojen, Rini mengaku sangat antusias ketika ada acara seperti Loji Fest. Melalui acara tersebut, dia mengetahui jenis-jenis UMKM di sekitar Klojen. Mulai jualan nasi, jajanan, hingga kerajinan seperti gerabah. “Anak saya yang ikut lomba mewarnai juga sangat semangat,” paparnya.(aff/dan)
Editor : A. Nugroho