SIDOARJO – Pemasangan road barrier atau pembatas jalur beton di pintu keluar Terminal Purabaya diharapkan mampu menekan praktik bus ngetem yang kerap memicu kemacetan. Meski demikian, dari hasil pantauan di lapangan, masih ditemukan sejumlah kendaraan yang berhenti di depan terminal untuk menaikkan maupun menurunkan penumpang.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo Dwitjahjo Mardisunu mengakui kondisi tersebut. Menurutnya, beberapa kendaraan pribadi masih berhenti di sekitar area terminal. Selain itu, masih ada bus yang sempat ngetem di depan pintu keluar terminal, meski durasinya relatif singkat.
”Memang masih ada bus yang ngetem, tapi waktu berhentinya lebih singkat dibanding sebelumnya,” ujarnya.
Dwitjahjo menilai, secara umum pemasangan road barrier cukup efektif dalam mengurangi kepadatan arus lalu lintas di sekitar Terminal Purabaya. Pembatas jalur tersebut membuat kendaraan tidak leluasa berhenti terlalu lama di area pintu keluar terminal.
Meski demikian, Dishub Sidoarjo memastikan kebijakan pemasangan road barrier tidak bersifat permanen tanpa evaluasi. Pihaknya akan melakukan penilaian efektivitas kebijakan tersebut setelah diterapkan dalam jangka waktu tertentu.
”Evaluasi tetap akan dilakukan. Namun tidak sekarang. Kami akan mengevaluasi setelah kebijakan ini berjalan sekitar satu bulan,” tandasnya.
Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar penentuan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan penyesuaian atau perubahan pola pengaturan lalu lintas di kawasan terminal. (ful/hen/adn)
Editor : A. Nugroho