SIDOARJO – Aksi nekat dua remaja yang diduga menghadang kereta api di jalur rel Desa Durungbedung, Kecamatan Candi, mendapat teguran dari manajemen PT KAI Daop 8 Surabaya. Video kejadian tersebut sempat beredar luas dan viral di media sosial karena dinilai membahayakan keselamatan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono menjelaskan, peristiwa dalam video itu terjadi pada Jumat (26/12) sekitar pukul 17.00. Lokasinya berada di KM 31 petak jalan Sidoarjo–Tulangan. Dalam rekaman, terlihat dua remaja menyeberang rel saat kereta melintas, bahkan seolah menghadang laju rangkaian.
”Pada Rabu (31/12) kami melakukan peninjauan ke lokasi sekaligus mendatangi rumah kedua anak tersebut,” ujar Mahendro kemarin (2/1).
Hasil penelusuran KAI, kedua remaja itu mengaku melakukan aksi tersebut hanya karena iseng dan tidak memahami risiko yang ditimbulkan. Pihak KAI pun memberikan edukasi langsung kepada orang tua dan warga sekitar mengenai bahaya aktivitas di area jalur kereta api.
Mahendro menegaskan, jalur rel bukanlah tempat bermain atau beraktivitas. Selain membahayakan keselamatan pelaku, tindakan itu juga berpotensi mengancam keselamatan perjalanan kereta api dan penumpang.
”Kami berharap orang tua lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, khususnya yang tinggal di sekitar rel,” tegasnya.
Sementara itu, seorang warga setempat menyebutkan bahwa kedua remaja tersebut kerap melintasi pinggir rel sepulang mengaji. Warga sebenarnya sudah sering mengingatkan agar berhati-hati saat melintas di area tersebut. Namun, peringatan itu rupanya tidak sepenuhnya diindahkan.
”Sudah sering diingatkan supaya hati-hati. Tapi kami juga kaget kok sampai kemarin ada yang bercanda menghadang kereta,” ujar warga berusia 32 tahun itu. (eza/jun/adn)
Editor : A. Nugroho