Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Siswa Pindahan di Surabaya Terancam Gagal Ikut SNBP 2026

Aditya Novrian • Jumat, 9 Januari 2026 | 11:28 WIB
Ilustrasi SNBP
Ilustrasi SNBP

SURABAYA – Sejumlah siswa pindahan di Kota Pahlawan terancam tidak bisa mengikuti pemeringkatan sebagai syarat pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Penyebabnya, nilai e-rapor mereka tercatat kosong. Salah satunya terjadi di SMAN 15 Surabaya.

Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMAN 15 Surabaya Aditiya Chandra Prasetiya mengatakan, pihaknya menerima laporan dari tiga siswa pindahan yang nilai e-rapornya belum muncul. Nilai tersebut berasal dari pembelajaran di sekolah asal sebelum mutasi.

”Ada yang dari Surabaya, ada yang dari luar kota, bahkan luar pulau. Ini sedang kami carikan solusinya,” ujarnya.

E-Rapor Kosong Bikin Deg-degan Siswa
E-Rapor Kosong Bikin Deg-degan Siswa

Chandra menjelaskan, saat ini tim kurikulum tengah melakukan verifikasi data dan nilai seluruh siswa. Hasil e-rapor telah dicetak dan dibagikan kepada siswa untuk dicek bersama. Jika ditemukan kesalahan, siswa diminta segera melapor.

”Proses verifikasinya bersama-sama. Kalau ada yang tidak sesuai, langsung kami tindak lanjuti,” katanya.

Pihak sekolah juga berkomunikasi dengan sekolah asal siswa untuk memastikan apakah satuan pendidikan tersebut menggunakan sistem e-rapor. Jika menggunakan, SMAN 15 Surabaya akan meminta nilai ditransfer.

”Ada siswa yang nilainya baru muncul satu semester, padahal sebelumnya sekolah di sana tiga semester,” ungkap Chandra.

Apabila proses sinkronisasi tetap tidak berhasil, pihak sekolah berencana melaporkan persoalan tersebut ke kementerian. Targetnya, seluruh proses verifikasi dan sinkronisasi rampung hari ini (9/1) agar bisa segera dilanjutkan ke tahap pemeringkatan SNBP.  ”Supaya siswa bisa masuk daftar eligible,” tegasnya.

Masalah serupa juga terjadi di SMAN 2 Surabaya. Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMAN 2 Surabaya Mahesa Ahmad mengatakan, kekosongan nilai siswa mutasi bukan hal baru. “Masalah yang sama juga terjadi tahun lalu. Sampai sekarang nilai siswa pindahan masih belum terlihat,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kendala tersebut, pihak SMAN 2 Surabaya kemungkinan akan mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) secara manual. ”Lebih aman, karena semua nilai bisa terisi lengkap dan sesuai data,” kata Mahesa. (dya/aph/adn)

Editor : Aditya Novrian
#Surabaya #E-Rapor #SNBP #PDSS