Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Hansaplast Buka Pabrik di Malang, Dorong Transparansi Halal Produk Perawatan Luka

Aditya Novrian • Kamis, 15 Januari 2026 | 18:23 WIB

 

Photo
Photo

MALANG - Hansaplast memperkuat transparansi sertifikasi halal pada produk perawatan luka melalui kegiatan Media Experience & Factory Tour di fasilitas PT Beiersdorf Indonesia, Singosari, Kamis (15/1). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang dialog mengenai tren konsumen serta penerapan standar halal pada kategori produk kesehatan.

Kegiatan itu diikuti sejumlah media dan komunitas kesehatan. Hadir dalam agenda tersebut antara lain Production Director Beiersdorf Indonesia Abhisek Badodeker, BU Health Care Director Beiersdorf Indonesia Vivilya Lukman, medical influencer dr. Farhan Zubedi, influencer Shadira Firdausi, serta perwakilan Kementerian Kesehatan Eva Silvia, SKM.

Vivilya Lukman menjelaskan, fasilitas Singosari merupakan salah satu basis produksi Hansaplast untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia dan kawasan regional. Berbagai produk perawatan luka diproduksi di pabrik tersebut dengan mengikuti standar global Beiersdorf. “Kami ingin menunjukkan bahwa proses pemilihan bahan baku hingga manufaktur dilakukan secara ketat, sekaligus disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia,” ujarnya.

Abhisek Badodeker menambahkan, sertifikasi halal pada produk perawatan luka kini menjadi perhatian penting seiring meningkatnya kesadaran konsumen muslim. Konsumen tidak lagi hanya melihat fungsi utama produk, tetapi juga menaruh perhatian pada bahan baku serta proses produksinya. “Halal kini menjadi bagian dari nilai produk yang perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik,” katanya.

Hal senada disampaikan Vivilya. Menurutnya, aspek edukasi masih menjadi tantangan di kategori perawatan luka. Selama ini, banyak masyarakat memandang plester atau perban sebatas alat penutup luka. Padahal, terdapat standar keamanan, kualitas bahan perekat, hingga komposisi produk yang turut menentukan keamanan penggunaan.

Dari sisi regulator, Eva Silvia menyebut standar halal di sektor kesehatan merupakan bagian dari literasi publik yang terus berkembang. Selama ini, pemahaman masyarakat lebih banyak terfokus pada produk pangan dan kosmetik. “Implementasi sertifikasi halal pada produk non-pangan, termasuk alat kesehatan, masih perlu diperluas melalui edukasi dan kolaborasi dengan industri,” jelasnya.

Medical influencer dr. Farhan Zubedi menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menangani luka ringan. Menurutnya, luka kecil yang tidak ditangani dengan tepat berisiko memperlambat proses pemulihan. “Aktivitas fisik dan olahraga masyarakat semakin tinggi. Risiko luka lecet atau gesekan juga meningkat. Produk perawatan luka yang aman dan bersertifikasi halal bisa menjadi pilihan bagi keluarga,” ujarnya.

Malang dinilai memiliki potensi besar sebagai pasar produk kesehatan dan gaya hidup aktif. Selain menjadi basis manufaktur, kota ini memiliki komunitas olahraga dan keluarga yang cukup kuat. Aktivitas luar ruang seperti Car Free Day (CFD) di kawasan Ijen kerap dimanfaatkan sebagai ruang sosialisasi kesehatan.

Ke depan, Beiersdorf membuka peluang untuk memperluas kanal edukasi berbasis komunitas di ruang publik. Dengan keberadaan fasilitas produksi di Singosari, Malang dinilai berpotensi menjadi salah satu pusat komunikasi dan edukasi produk kesehatan di wilayah Jawa Timur. (*)

 
 
 
Editor : Aditya Novrian
#hansaplast #Standar Halal