MALANG KOTA - Mulai besok (31/1), para pedagang kaki lima (PKL) tak bisa lagi berjualan sembarangan di area Car Free Day (CFD). Ada dua lokasi yang sudah ditentukan pemkot. Yakni di pintu masuk barat Stadion Gajayana dan Museum Brawijaya.
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengatakan, area berjualan di pintu masuk barat Stadion Gajayana selama ini kerap digunakan pedagang dari paguyuban Wisata Belanja Tugu (WBT). ”Tapi belakangan ada penurunan jumlah pedagang di sana,” kata dia, kemarin (30/1).
Untuk itu, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) agar membantu mengkoordinir pedagang yang ingin berjualan di sana. ”Jadi bisa saling berbagi dengan yang belum mendapat tempat berjualan. Sehingga tidak ada lagi yang berjualan di luar area yang diperbolehkan,” imbuh Raymond.
Yang menjadi pekerjaan rumah selanjutnya yakni perlunya kegiatan di sana. Tujuannya agar masyarakat tidak hanya mengarah ke PKL atau pedagang yang berjualan di kawasan Museum Brawijaya. Namun juga ke Stadion Gajayana. Acara yang diadakan bisa penampilan musik dan banyak lainnya.
Selain di pintu masuk barat Stadion Gajayana, PKL juga hanya bisa berjualan di dalam Museum Brawijaya. Lalu di pinggir atau mepet pagar Museum Brawijaya. Mulai kemarin pagi, area di Museum Brawijaya sudah diberi penanda batas yang diperbolehkan untuk berjualan.
Sayangnya, pengelola Museum Brawijaya masih belum memberikan penjelasan terkait mekanisme berjualan di sana. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Malang sejak pekan lalu, pengelola museum belum memberikan respons. Termasuk saat dikunjungi kemarin, pengelola museum tidak berada di tempat. Kabar yang didapat pengelola museum sedang berada di Jawa Tengah.
Seperti diberitakan, PKL yang biasa berjualan di dalam Museum Brawijaya itu tergabung dalam paguyuban Wisata Belanja Ijen (WBI). Mereka masuk kategori pedagang tetap di sana. Biaya sewa stan pun harus dibayarkan mereka setiap bulan. Nilainya antara Rp 125 ribu sampai Rp 150 ribu per bulan.
Sementara PKL yang biasa beroperasi di area luar museum, tepatnya saat CFD berlangsung, kabarnya harus membayar sewa stan senilai Rp 30 ribu. Nominal itu untuk sewa satu hari saja. Operasional mereka juga banyak dikeluhkan pedagang yang tergabung dalam paguyuban WBI. (mel/by)
Editor : Aditya Novrian