Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

UNMER Rayakan Keberagaman dengan Berbagi Angpao ke Warga Sekitar

A. Nugroho • Selasa, 17 Februari 2026 | 09:09 WIB
RAYAKAN KEBERAGAMAN: Sivitas Academica Universitas Merdeka Malang berfoto bersama di depan gedung rektorat setelah mendukung perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di lingkungan kampus, Kamis (13/2).
RAYAKAN KEBERAGAMAN: Sivitas Academica Universitas Merdeka Malang berfoto bersama di depan gedung rektorat setelah mendukung perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di lingkungan kampus, Kamis (13/2).

MALANG KOTA — Gemuruh tambur dibarengi dengan aksi barongsai di halaman Universitas Merdeka (UNMER) Malang jadi pertunjukan spesial Kamis lalu (12/2). Selain memanggil Sivitas Academica untuk berkumpul, suara itu seolah jadi undangan terbuka bagi warga Kelurahan Pisang Candi, siswa PAUD Ananda, dan siswa SMK Widya Gama yang tengah berkunjung ke kampus.


​Pagi itu, sekat formalitas di kampus mencair. Tidak ada batasan antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum. Semua mata tertuju pada atraksi Himpunan Satrya Muda yang lincah, disusul momen hujan angpao yang memancing tawa riang lintas generasi.

Bagi UNMER Malang, perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tidak sebatas ritual tahunan. Itu wujud manifestasi nyata dari semangat Bhirawa Anoraga, gagah perkasa namun rendah hati. Kampus menempatkan diri bukan sebagai menara gading, melainkan sebagai ruang publik yang inklusif dan merangkul keberagaman.

​Rektor UNMER Malang Dr Prihat Assih, SE MSi Ak CSRS yang turut berbaur di tengah kerumunan, menyebut momen tersebut sebagai laboratorium sosial yang hidup. ”Toleransi itu paling indah saat dipraktikkan, bukan hanya jadi teori. Saat mahasiswa kami bisa tertawa bersama warga dan adik-adik SMK dalam satu lingkaran, di situlah nilai kebangsaan yang sesungguhnya tumbuh,” ujarnya.

TUMBUHKAN NILAI KEBANGSAAN: Rektor UNMER Malang Dr Prihat Assih SE MSi Ak CSRS (tengah) diapit dua barongsai. Dia percaya toleransi yang paling indah adalah saat dipraktikkan.
TUMBUHKAN NILAI KEBANGSAAN: Rektor UNMER Malang Dr Prihat Assih SE MSi Ak CSRS (tengah) diapit dua barongsai. Dia percaya toleransi yang paling indah adalah saat dipraktikkan.

​Kehangatan acara ini menjadi cermin bagi siapa saja yang hadir. Memberi arti jika pendidikan tinggi di UNMER Malang tidak hanya soal mengejar gelar akademis, tetapi juga tentang menjadi manusia yang hangat, terbuka, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. (gp)

Editor : A. Nugroho
#universitas merdeka #Unmer Malang #Imlek 2577 #barongsai