MALANG KOTA - Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji, menyoroti gangguan distribusi air dari Water Treatment Plant (WTP) Sungai Bango milik Perum Jasa Tirta I kepada Perumda Tugu Tirta Kota Malang.
Diketahui, instalasi tersebut sempat berhenti beroperasi selama delapan hari. Sejak 19 Februari hingga 28 Februari. Penyebabnya karena ada kerusakan pada panel dan pompa distribusi di WTP.
Kondisi tersebut sempat menghambat penyaluran air baku ke Perumda Tugu Tirta. Setelah sempat kembali beroperasi selama tiga hari, distribusi air dari WTP Sungai Bango kembali mengalami gangguan dan berhenti lagi.
Kali ini disebabkan pompa intake yang tertimbun lumpur akibat sedimentasi setelah hujan deras di wilayah hulu Sungai Bango. Meski demikian, Perumda Tugu Tirta memastikan bahwa kondisi itu tidak sampai mengganggu pelayanan kepada pelanggan.
Sebab, masih ada sumber pasokan air lain yang menopang distribusi air bersih di Kota Malang. Meski begitu, Bayu Rekso Aji memberikan catatan kritis terhadap kesiapan mitigasi dari Perum Jasa Tirta I sebagai pengelola WTP. ”Mitigasinya bisa dinilai lambat, sehingga lumpur sampai mengubur dua pompa intake,” kata politisi PKS itu.
Bayu menegaskan bahwa pengelola sumber air baku harus memiliki sistem mitigasi yang lebih siap. Terutama ketika menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.
”Peristiwa itu harus menjadi evaluasi serius. Infrastruktur pengambilan air harus memiliki sistem perlindungan dan penanganan sedimentasi yang cepat, sehingga tidak sampai mengganggu proses produksi air,” ujar Bayu.
Komisi B DPRD Kota Malang juga akan meminta penjelasan dari pihak terkait, khususnya Perum Jasa Tirta I, mengenai langkah perbaikan dan rencana mitigasi ke depan. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
”Ketersediaan air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu pengelolaan sumber air harus dipastikan dalam kondisi siap dan memiliki sistem mitigasi yang baik,” imbuh Bayu Rekso Aji. (*/by)
Editor : A. Nugroho