MALANG - Musim baru Formula 1 resmi dimulai dengan regulasi teknis yang benar-benar berbeda dibanding era sebelumnya. Mulai 2026, F1 memasuki generasi mobil baru dengan perubahan besar pada mesin, aerodinamika, hingga ukuran mobil. Balapan pembuka di Grand Prix Australia, Minggu (8/3), sekaligus menjadi panggung pertama bagi mobil dengan aturan baru tersebut.
Salah satu perubahan paling mencolok adalah konsep mobil yang dibuat lebih kecil dan ringan. Wheelbase mobil dipangkas sekitar 200 mm menjadi 3.400 mm, lebar mobil juga dipersempit sekitar 100 mm. Selain itu, bobot minimum mobil dikurangi sekitar 30 kilogram sehingga mobil diharapkan lebih lincah saat bertarung di lintasan.
Baca Juga: Hasil GP Australia: Mercedes Ngeri, Ferrari Solid, Red Bull Masih Punya Potensi
Perubahan besar juga terjadi pada sektor aerodinamika. Downforce mobil dikurangi sekitar 15 hingga 30 persen untuk mengurangi turbulensi udara. Drag atau hambatan udara juga dipangkas hingga sekitar 40 persen. Tujuannya agar mobil bisa saling mengikuti lebih dekat dan meningkatkan peluang menyalip di lintasan.
F1 juga memperkenalkan sistem aerodinamika aktif yang menggantikan konsep DRS lama. Sistem ini memungkinkan perubahan konfigurasi sayap depan dan belakang sesuai kondisi balapan sehingga mobil dapat memiliki mode kecepatan tinggi di trek lurus dan mode downforce saat menikung.
Baca Juga: Nama Engineer Indonesia Stephanus Widjanarko Tersemat di Mobil Cadillac F1
Perubahan revolusioner lainnya terjadi pada mesin atau power unit. Arsitektur mesin masih menggunakan V6 turbo 1.6 liter, tetapi komposisi tenaga kini berubah drastis. Tenaga listrik kini menyumbang porsi jauh lebih besar. Output motor listrik MGU-K meningkat dari sekitar 120 kW menjadi hingga 350 kW, sementara sistem MGU-H dihapus dari konfigurasi mesin.
Dengan aturan baru ini, kontribusi tenaga mesin pembakaran dan energi listrik menjadi hampir seimbang. F1 juga mulai menggunakan bahan bakar yang sepenuhnya berkelanjutan sebagai bagian dari target net-zero carbon di masa depan.
Era baru tersebut langsung diuji dalam seri pembuka musim di Sirkuit Albert Park, Melbourne. Pembalap Mercedes George Russell berhasil keluar sebagai pemenang GP Australia setelah tampil dominan sejak start dari pole position. Ia memimpin finis satu-dua Mercedes bersama rekan setimnya Kimi Antonelli.
Charles Leclerc dan Lewis Hamilton dari Ferrari harus puas finis di belakang duo Mercedes, sementara juara dunia bertahan Lando Norris menempati posisi kelima. Max Verstappen yang memulai balapan dari posisi belakang mampu bangkit dan finis di posisi keenam.
Hasil tersebut memberi sinyal bahwa Mercedes berpotensi menjadi kekuatan utama pada awal era regulasi baru F1. Namun dengan mobil yang sepenuhnya baru dan strategi energi yang lebih kompleks, persaingan musim 2026 diperkirakan masih sangat terbuka.
Editor : Aditya Novrian