Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bulog Malang: Stok Minyakita Tersisa 9 Ribu Liter

Nabila Amelia • Minggu, 19 April 2026 | 08:42 WIB
TURUN LAPANGAN: Tim gabungan yang dipimpin Bulog Cabang Malang mengecek harga pangan di salah satu toko di Pasar Bunulrejo, kemarin.
TURUN LAPANGAN: Tim gabungan yang dipimpin Bulog Cabang Malang mengecek harga pangan di salah satu toko di Pasar Bunulrejo, kemarin. (Nabila Amelia / Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Harga sejumlah bahan pokok seperti beras hingga minyak masih cukup tinggi. Contohnya di Pasar Bunulrejo. Untuk memastikan penjualan bahan pokok di sana dan tempat perbelanjaan lain aman, Bulog Malang melakukan pemantauan, kemarin (18/4).

Di Pasar Bunulrejo, Bulog Malang melakukan survei di dua penjual bahan pokok. Salah satunya di toko milik pedagang bernama Supri. Menurut Supri, harga beras masih di angka Rp 77 ribu per 5 kilogram. Itu untuk beras premium.

Baca Juga: BULOG Pastikan Pasokan Aman, 9.600 Liter Minyakita Disalurkan ke sejumlah pasar di Kota Pasuruan. 

Sementara beras dengan ukuran yang sama jenis medium di harga Rp 70 ribu dan Rp 72 ribu. Lalu beras SPHP ukuran 5 kilogram seharga Rp 60 ribu. Supri menyebut, yang naik justru minyak goreng. Namun bukan merek Minyakita. ”Minyakita tetap Rp 15.700 per liter. Kalau merek lain seperti Fortuna seharga Rp 22 ribu dan Sanco Rp 23 ribu. Naik sekitar Rp 1 ribu sejak Lebaran,” kata dia.

Kendati demikian, Supri tidak mengetahui pasti mengenai penyebab kenaikan minyak goreng. ”Biasanya memang begitu. Ditambah daya beli masyarakat sekarang juga sedang menurun. Yang saya tahu, banyak orang yang dapat parsel berisi bahan pokok, sehingga mereka menggunakan yang ada dulu sebelum beli baru,” papar dia.

Selain Supri, kenaikan harga minyak juga dirasakan oleh Wiji Estiningsih. Pedagang perempuan berusia 61 tahun itu mengungkapkan, minyak jenis Sunco ukuran dua liter dijual dengan harga Rp 45 ribu sampai Rp 46 ribu. Padahal biasanya harganya di kisaran Rp 41 ribu.

Baca Juga: Pemkot Malang Temukan Makin Banyak Minyakita Dicurangi

”Naiknya setelah Lebaran. Yang tidak naik hanya Minyakita,” terang Wiji. Kendati tidak naik, Wiji mengamati adanya pengurangan kuota pengiriman untuk Minyakita. Dari yang biasanya 50 pack setiap pekan, sekarang 25 pack saja.

Selain sebagian minyak, harga beras juga disebut Wiji mengalami kenaikan. Yakni senilai Rp 750 sampai Rp 1 ribu per kemasan 5 kilogram. Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Malang M. Nurjuliansyah Rachman menjelaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan bahan pokok.

Seperti di Pasar Bunulrejo dan Pasar Dinoyo. Ditanya terkait pasokan minyak goreng, terutama Minyakita, Nurjuliansyah menyampaikan stok yang tersisa khusus Kota Malang sebanyak 9 ribu liter. Jumlah stok tersebut belum sepenuhnya aman. Biasanya sekitar 24 ribu liter.

”Karena kami sedang menyalurkan bantuan pangan, sehingga stok yang kami salurkan terbagi menjadi dua. Sebagian murni untuk pasar, sebagian lainnya untuk bantuan pangan,” tutur Nurjuliansyah. Namun, pihaknya sedang mengajukan tambahan ke Bulog Jawa Timur.

Sementara untuk beras terpantau aman. Di Kota Malang, ada 17 ribu ton stok beras. Sementara sisa stok sebanyak 62 ribu ton diperuntukkan bagi daerah lain yang masuk wilayah kerja Bulog Cabang Malang seperti Pasuruan dan Kabupaten Malang. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#penjualan #Pedagang #MinyaKita #bahan pokok