KEPANJEN – Musim hujan belum berakhir, tapi ancaman kemarau panjang sudah menghantui Bumi Kanjuruhan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang memperkirakan puncak kemarau terjadi pada Agustus sampai September depan.
Oleh karena itu, BPBD menyiapkan tiga armada. Jika nanti kekeringan melanda, armada difungsikan untuk distribusi air bersih di daerah terdampak. “Kami juga koordinasi dengan Perumda Tirta Kanjuruhan untuk menyediakan tambahan tiga sampai lima armada,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin.
Baca Juga: Desa Kromengan Cegah Kekeringan lewat Pipanisasi
Selain itu, dia menambahkan, juga ada tambahan dari instansi lain. Di antara lembaga yang berkomitmen untuk menerjunkan armada adalah Perum Jasa Tirta 1, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKCPK) Kabupaten Malang.
Di samping siaga armada, BPBD juga sudah menetapkan titik-titik distribusi air bersih berdasar kerawanan. Mulai dari rawan sedang hingga tinggi. “Termasuk jangka waktu distribusinya. Satu truk biasanya berkapasitas 5 ribu liter air,” lanjut Sadono.
Sadono memproyeksikan tiap desa membutuhkan 15 ribu liter air bersih. Lalu distribusi air itu disebar ketika desa sudah krisis air bersih. Biasanya krisis air terjadi karena sumber mengering dan air tidak bisa mengalir ke rumah warga.
Baca Juga: Dua Kecamatan di Malang Kini Terbebas dari Kekeringan
Berdasar data kekeringan 2024 lalu, distribusi air bersih yang dilakukan BPBD mencapai seribu tangki. Itu hampir setara dengan 6 juta liter air selama musim kemarau. “Untuk tandon air kami sudah memiliki lebih dari 115 tandon,” kata Sadono.
Ukurannya beragam. Ada 50 tandon air bulat berkapasitas 1.200 liter dan 60 tandon lipat berkapasitas 1.200 liter. Tandon tersebut bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Timur. ”Juga ada empat tandon berkapasitas 5.500 liter dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Penggunaannya bergantung kebutuhan desa yang diwaspadai mengalami kekeringan,” terang Sadono.(aff/dan)
Editor : A. Nugroho