MALANG KOTA, RADAR MALANG - Keberadaan gedung Malang Creative Center (MCC) terbukti mampu membantu pelaku ekonomi kreatif (ekraf). Sejak beroperasi pada Maret 2023, sudah ada 800 ribuan orang yang menerima manfaat dari gedung dengan delapan lantai tersebut. Mulai dari mengikuti pelatihan, seminar, pameran, kunjungan dari luar daerah, hingga event kreatif lainnya.
Total ada 17.444 event yang sudah digelar di sana dalam tiga tahun. Itu lah yang membuat Kota Malang dinobatkan sebagai kota kreatif dunia oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization). Itu merupakan salah satu organisasi PBB yang bergerak di bidang budaya.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi menerangkan, banyaknya jumlah pengunjung itu terjadi karena keberagaman aktivitas di MCC. Selain pameran dan berbagai pelatihan, gedung itu juga menjadi tempat berkumpulnya komunitas kreatif di Kota Malang.
Dengan adanya tempat khusus, intensitas pertemuan antar-komunitas meningkat. Mereka bisa bertukar pikiran dan ide. Hingga akhirnya menghasilkan output untuk Kota Malang maupun secara nasional. ”Untuk kegiatan komunitas atau pelatihan yang dibuka secara gratis, kami pastikan tidak ada retribusi yang dikeluarkan,” kata Eko.
Baca Juga: Diskopindag Kota Malang: Retribusi di MCC Bergantung pada Jenis Acara
Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, Kota Malang disebut sebagai penghasil SDM digital terbaik di Indonesia. Atau istilahnya pekerja IT-Full Stack. Selain karena peran MCC, ada juga pengaruh dari Coding Factory dari KEK Singhasari.
Eko menambahkan, tumbuhnya ekosistem ekraf juga berdampak pada aktivitas ekonomi lokal. Per bulan, pemkot memperkirakan jumlah transaksi di MCC bisa mencapai Rp 300 juta. Sebab, gedung tersebut kini juga dilengkapi dengan stan-stan kuliner. ”Termasuk UMKM yang berjualan di MCC,” terangnya.
Saat ini, Pemkot Malang belum memiliki rencana untuk menambah fasilitas di MCC. Penambahan terakhir dilakukan pada 2024. Yakni pemasangan eskalator di lantai empat hingga lantai delapan. Penambahan eskalator itu dilakukan untuk menyikapi banyaknya keluhan dari pengunjung.
Baca Juga: Setelah 3 Tahun Gratis, Pemkot Malang Terapkan Retribusi Komersial di MCC
Sebab, jumlah pengunjung dan lift tidak sebanding. Itu sering menimbulkan antrean. Untuk diketahui, lift di MCC hanya ada dua unit. ”Saat ini fasilitasnya hampir lengkap. Jika memang terlalu lama menunggu lift, bisa menggunakan eskalator,” tutur Eko.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menambahkan, untuk mengembangkan ekraf, pihaknya sudah mengusulkan pembentukan dinas ekonomi kreatif. Itu sejalan dengan instruksi pemerintah pusat. Dinas Ekraf bisa dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi baru untuk daerah.
”Ketika ada dinas sendiri, pembinaan dan dukungan pemerintah untuk ekraf bisa lebih spesifik,” imbuh Wahyu. Dia menerangkan, Kota Malang menjadi satu-satunya daerah yang telah merencanakan pembentukan dinas tersebut.
Saat ini tinggal pembahasan dengan DPRD Kota Malang untuk merealisasikannya. ”Karena kami melihat potensi dan SDM digital Kota Malang yang sangat kaya. Sehingga pemkot bakal memberikan dukungan secara nyata melalui dinas ekraf,” tambah dia. (adk/by)
Editor : A. Nugroho