Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

25 Guru SMA/MA Se-Kabupaten Malang Perkuat Literasi dalam Diklat Jurnalistik

Galih R Prasetyo • Rabu, 29 April 2026 | 08:37 WIB
PERKUAT LITERASI : 25 guru SMA dan MA se-Kabupaten Malang mengikuti Diklat Jurnalistik yang diadakan Jawa Pos Radar Malang bersama Cabdindik wilayah Kabupaten Malang di Ocean Garden Soekarno Hatta, Selasa (28/4).
PERKUAT LITERASI : 25 guru SMA dan MA se-Kabupaten Malang mengikuti Diklat Jurnalistik yang diadakan Jawa Pos Radar Malang bersama Cabdindik wilayah Kabupaten Malang di Ocean Garden Soekarno Hatta, Selasa (28/4).

KABUPATEN MALANG, RADAR MALANG - Sebanyak 25 guru SMA dan MA se-Kabu­paten Malang mengikuti diklat jurnalistik, kemarin (28/4). Ber­tempat di Ocean Garden Soekarno Hatta, acara ini merupakan kerja sama Jawa Pos Radar Malang bersama Cabang Dinas Pendidi­kan wilayah Kabupaten Malang.

Kegiatan diklat dibuka dengan materi dari Kepala Editor Penerbit PT. Cita Intrans Selaras Uni Ruchul Janah. Didampingi Editor Intrans Publishing Grup Andung Eko Wijayanto SSos. Materi difokuskan pada pengenalan jenis buku fiksi dan non fiksi sebagai dasar peserta menulis. 

ANTUSIAS : Para peserta Diklat Jurnalistik Guru SMA dan MA se-Kabupaten Malang belajar mengobservasi berita melalui koran Jawa Pos Radar Malang.
ANTUSIAS : Para peserta Diklat Jurnalistik Guru SMA dan MA se-Kabupaten Malang belajar mengobservasi berita melalui koran Jawa Pos Radar Malang.

Dibahas juga, kelemahan penulis pemula, dan struktur menulis buku. Para peserta dapat tugas menulis dengan target 4 lembar buku.

Materi kedua disampaikan Redaktur Jawa Pos Radar Batu Fajar Andre Nugroho. Materi difokuskan bagaimana peserta membuat berita yang up to date dan sesuai fakta. Lalu, peserta diklat diminta menulis yang dipresentasikan kepada rekannya.

FOKUS : Guru SMKN 1 Kepanjen Reni Ike Sulistyowati  MPd (kanan), yang rutin menjadi peserta Diklat Jurnalistik Guru tiap tahunnya.
FOKUS : Guru SMKN 1 Kepanjen Reni Ike Sulistyowati MPd (kanan), yang rutin menjadi peserta Diklat Jurnalistik Guru tiap tahunnya.

Setelah itu, para peserta juga dilatih untuk membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menerima wartawan abal-abal alias bodrex dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang datang ke sekolah. Tak hanya itu, peserta juga diajarkan bagaimana  memve­rifikasi media melalui website resmi Dewan Pers.

Di sesi akhir peserta diarahkan untuk menulis berita dengan tema, Masalah di Sekolahku. Peserta diminta untuk membuat kelompok yang berisi 7 orang dan melakukan aktivitas jurnalistik.
 
Kepala Cabdindik wilayah Kabupaten Malang Dwi Anggraeni SPd MPd berterima kasih atas partisipasi luar biasa dari sekolah. ”Semoga ke depan media sosial sekolah semakin hidup dan terhindar dari HOAX. Literasi siswa bersama guru bisa meningkat dengan hasil karya buku,” katanya. (bes/gp)

Editor : A. Nugroho
#SMA/MA #lsm #sop #Diklat Jurnalistik