MALANG KOTA, RADAR MALANG – Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) adalah satu-satunya asosiasi profesi penerbit buku di Indonesia. Didirikan pada 17 Mei 1950 di Jakarta, organisasi ini menghimpun para penerbit dari seluruh Indonesia untuk meningkatkan kualitas perbukuan, literasi, dan melindungi kepentingan industri penerbitan nasional
Fungsi IKAPI sendiri adalah wadah profesional untuk menyatukan dan membina penerbit buku di Indonesia.
Di sinilah, Wawan Sulthon Fauzi bisa berperan. Sebagai salah satu calon kuat ketua IKAPI Jawa Timur merupakan sosok pegiat literasi dan profesional di industri penerbitan. Ia telah mendedikasikan pengembangan budaya baca dan ekosistem literasi di Indonesia lebih dari satu decade.
Saat ini, Wawan menjabat sebagai Direktur Penerbit dan Percetakan Intrans Publishing Grup. Sebuah peran strategis yang membentuk kapasitas kepemimpinannya dalam mengelola industri berbasis kreativitas dan pengetahuan. Pengalaman dan jaringan yang dimiliki menjadi pondasi kuat dalam membawa IKAPI Jawa Timur menuju organisasi yang kolaboratif, adaptif, dan transparan.
Sejak tahun 2009, Wawan aktif sebagai pegiat literasi di Kota Malang, terlibat dalam berbagai gerakan yang mendorong minat baca dan penguatan budaya menulis di masyarakat. Lulusan Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Malang ini aktif melakukan kampanye menulis dan membaca dari sekolah ke sekolah. Dari eksistensinya tersebut membuat ia beberapa kali dipercayai berbagai Kementerian dan Kedinasan dalam project penyusunan serta pengadaan buku maupun program-program pemberdayaan literasi.
Dengan berbagai pengalaman profesional dan dedikasi di isu-isu literasi, Wawan hadir sebagai calon pemimpin IKAPI yang memahami kebutuhan industri sekaligus denyut literasi di akar rumput.
Memiliki visi membawa IKAPI Jatim sebagai media kolaborasi antar anggota untuk meningkatkan kapasitas manajemen dan profitabilitas penerbit di era digital. Serta, misi “Literacy Booster” atau membuka akses kolaborasi dengan berbagai stakeholder dalam penguatan literasi masyarakat, baik lembaga pemerintahan maupun komunitas literasi di daerah-daerah.
Lalu, “Upskilling” dengan menjadikan IKAPI Jatim sebagai inkubator lahirnya penerbit, editor, desain grafis, dan kreator yang adaptif dan visioner. “Transformation”, dnegan mendorong penerbitan konvensional menuju ekosistem berbasis teknologi.
Serta, “Collactive Marketing” atau menjadi pusat kolaborasi anggota dalam menyediakan buku yang dibutuhkan pemerintah, lembaga pendidikan, atau lembaga swasta sekaligus memperkuat sinergi antar anggota untuk menghadirkan pameran konvensional yang tertata. Terakhir, “Integrity”, dengan menghadirkan tata kelola organisasi yang agile, transparan, dan berorientasi pada hasil nyata bagi anggota.
Dengan semangat “Satukan Langkah, Majukan Literasi”, Wawan Sulthon Fauzi mengajak seluruh anggota IKAPI Jatim untuk semakin berdampak. “Ayo! Bergerak bersama menciptakan masa depan literasi yang inklusif dan adaptif”, tutupnya. (bes)
Editor : A. Nugroho