KOTA MALANG, RADAR MALANG - Penataan kawasan Pasar Induk Gadang (PIG) berlanjut. Setelah pembongkaran lapak selesai dilakukan, Pemkot Malang kini menyiapkan proyek perbaikan jalan di sana. Anggaran yang akan dikucurkan untuk proyek itu senilai Rp 14,9 miliar. Bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) peme rintah pusat. Sebagai informasi, rencana perbaikan jalan itu tidak hanya dilakukan sekali Sebelumnya, pada 2025 lalu proyek itu seharusnya sudah berjalan (selengkap nya baca grafis).
Seperti banyak diketahui, kondisi di jalan PIG cukup memprihatinkan. Di satu sisi jalan, ada bagian tengah yang hampir seluruhnya berlubang. Pengendara yang melewatinya, khususnya pemotor, harus berhatihati. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan, proses perbaikan jalan PIG kini masuk dalam tahap lelang. Diperkirakan, pengerjaannya bakal dimulai pada minggu keempat bulan Mei.
”Saat ini tinggal menunggu hasil lelang,” ujar dia. Karena itu, pemkot terus mendorong pedagang untuk melakukan pembongkaran sebelum bulan Mei. Pemerintah pusat juga mensyaratkan jalan yang hendak diperbaiki harus steril. Baik dari pedagang maupun bangunan lainnya. Wahyu menambahkan, perbaikan jalan itu tidak sekadar memberikan kenyamanan bagi pengguna kendaraan. Pihak nya ingin lebih dari itu.
Yakni sebagai pengurai kemacetan di sekitar Gadang. Pemkot Malang juga ingin mengembalikan fungsi jembatan PIG. Kondisi sebelumnya, ketika melewati jembatan, jalan akan m nyempit karena keberadaan lapak pedagang. ”Anggaran Rp 14,9 miliar itu untuk membangun jalan kembar. Jadi ada median di tengahnya, kemudian di kanan dan kiri akan dibangun pagar,” papar Wahyu. Fungsi pagar tersebut untuk mengantisipasi kendaraan yang berhenti sembarangan di tengah jalan atau melakukan drive thru kepada pedagang.
Baca Juga: Desember 2026, Perbaikan Jalan di Pasar Gadang Diprediksi Tuntas
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djul harjanto menambahkan, estimasi pengerjaan membutuhkan waktu tujuh bulan. Dengan demikian, jika dimulai bulan Mei, proyek bakal berakhir pada bulan Desember.
Dalam proses pengerjaan, pihaknya tidak akan menutup total jalan di depan Pasar Gadang. Pengerjaan dilakukan secara bergantian. Agar satu jalur tetap bisa digunakan pengendara. Rencananya, perbaikan akan dimulai di sisi bagian jalan yang merupakan bekas lapak pedagang.
”Karena di sisi itu jalannya juga masih berlubang dan tidak rata. Kalau dibuat ke daraan juga belum bisa,” terang Dandung. Secara teknis, lebar jalan di Pasar Gadang diperkirakan mencapai 15 meter. Dengan masing-masing jalur memiliki lebar 7 meter sampai 7,5 meter.
Untuk median jalan, dia meternya 90 sentimeter. ”Konsep jalan kembar dimulai perempatan Jalan Gadang hingga Jembatan Gadang. Dua lajur akan dipisah median jalan,” ucapnya.
Baca Juga: Perbaikan Jalan di Depan Pasar Gadang Bisa Dimulai Awal Mei, Begini Detailnya
Pada jalan PIG, tidak dise diakan trotoar untuk pejalan kaki. Nanti hanya dilengkapi jalur lambat. Jalur tersebut berada di sisi luar jalan utama. Atau, di antara lapak pe dagang dengan pagar pem batas jalan utama.
Lebih lanjut anggaran Rp 14,9 miliar bakal dibagi menjadi dua bagian. Anggaran Rp 12 miliar khusus untuk perbaikan jalan utama. Sisanya Rp 2,9 miliar untuk perbaikan di jalan sirip. ”Anggaran itu termasuk pem bangunan pagar di sisi ka nan dan kiri. Sekaligus me dian jalan,” jelas Dandung.
Meskipun ada kenaikan harga material bangunan, anggarannya tidak bisa diubah. Dandung menuturkan, anggaran Rp 14,9 miliar itu fixed dari pemeri tah pusat. Untuk menyesuaikan ke naikan harga, pemkot bakal mengubah Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
Selain itu, dimungkinkan ada penyesuaian pengadaan material. Pihaknya akan menyusun skala prioritas material dan disesuaikan dengan kebutuhan. ”Kalau harga naik, anggaran tidak bisa ikut dinaikkan, karena sudah diputuskan. Kami yang harus menyesuaikan antara anggaran dengan harga di pasaran,” tambah Dandung.
Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji mendukung rencana perbaikan jalan tanpa menutup akses. Sebab, perputaran ekonomi pedagang juga harus diperhatikan. Jika ditutup total, mereka tidak bisa memperoleh pundipundi pendapatan.
Hal lain yang perlu diperhatikan yakni potensi kemacetan saat proyek berjalan. Bayu menyarankan ada petugas yang standby melakukan pengaturan arus lalu lintas. ”Kondisi saat tidak ada pengerjaan proyek saja sudah m cet. Itu harus menjadi perhatian ketika pembangunan berjalan,” tandasnya. (adk/by)
Editor : A. Nugroho