KEPANJEN, RADAR MALANG - Virus penyakit mulut dan kuku (PMK) masih menjadi perhatian pemerintah. Utamanya menjelang Hari Raya Idul Adha. Untuk mengantisipasi peredaran virus, pemerintah pusat mengalokasikan 32.000 dosis vaksin PMK ke Kabupaten Malang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang Lusia Endah Sukesi mengatakan, vaksin tersebut diberikan dua tahap. Tahap pertama pada Februari lalu, yakni 16.000 dosis.
Baca Juga: Bulan Depan Distribusikan 500 Dosis Vaksin PMK di Kota Malang
Kemu dian tahap kedua pada awal April lalu, 16.000 dosis. “Tahap pertama sudah habis kami berikan, sedang kan tahap dua masih berproses. Saat ini jika ditotal sudah ada 26.000 dosis yang kami berikan kepada ternak,” ujar Sukesi kemarin (30/4). Vaksin tersebut diberikan kepada hewan ternak di seluruh Kabupaten Malang.
Namun, paling banyak di Wajak, Donomulyo, Kalipare, Karangploso, dan Kasem bon. “Kami mengutamakan memberi vaksin untuk sapi, baik potong maupun perah. Khususnya di lokasi yang memiliki banyak populasi,” imbuhnya.
Sebab, dia melanjutkan, lokasi lokasi tersebut lebih rawan terinfeksi PMK karena pergerakan hewan ternaknya lebih tinggi. Apalagi saat menjelang Idul Adha pada akhir Mei depan.
Baca Juga: Pemkot Malang Salurkan 600 Dosis Vaksin PMK
Dia mengatakan. PMK dapat menular melalui cairan vesikel, air liur, susu, hingga kotoran hewan yang terinfeksi. Penularan tersebut bisa terjadi antar hewan yang berada dalam satu kandang atau kompleks, bahkan antar area. Oleh karena itu, sebagai bentuk pencegahan, selain menjaga kebersihan ternak, juga diperlukan vaksinasi untuk sapi yang sehat.
Sebagai informasi, PMK merupakan penyakit menular yang menyerang hewan berkuku belah, seperti sapi, kambing, dan domba. Namun di Kabupaten Malang, mayoritas ternak yang diserang yakni sapi. Hewan ternak yang terkena PMK ditandai dengan beberapa hal. Di antaranya demam hingga 4041 derajat Celsius serta terdapat luka melepuh di beberapa indra sapi. Seperti di lidah, bibir, mulut, gusi, selaput lendir pipi, langit langit mulut, dan hidung.
Selain mengandalkan vaksin, dia mengatakan, peternak juga bisa memberikan racikan obat tradisional kepada ternaknya. Hal tersebut demi meningkatkan daya tahan tubuh ternak. “Virus hanya bisa dilawan oleh tubuhnya sendiri, karena itu daya tahan harus ditingkatkan. Berbeda dengan bakteri yang ada anti biotik untuk menyembuhkan penyakitnya,” pungkasnya. (yun/dan)
Editor : A. Nugroho