Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Trotoar Soehat Malang Berubah Jadi Area Parkir

Andika Satria Perdana • Senin, 4 Mei 2026 | 18:31 WIB

 

HARUS DITERTIBKAN: Dua pejalan kaki terpaksa melintasi bahu jalan karena trotoar di Jalan Soekarno-Hatta dipakai parkir kendaraan roda empat kemarin
HARUS DITERTIBKAN: Dua pejalan kaki terpaksa melintasi bahu jalan karena trotoar di Jalan Soekarno-Hatta dipakai parkir kendaraan roda empat kemarin

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Kondisi trotoar di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) menjadi sorotan DPRD Kota Malang. Jalur pedestrian berubah menjadi area parkir. Oleh karena itu, legislator mendesak eksekutif melakukan penataan.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi mengatakan, berubahnya fungsi jalur pedestrian menjadi titik parkir liar sudah dibahas Pemkot Malang. Dia menyarankan agar dilakukan penataan setelah pembangunan drainase rampung.

Baca Juga: DPRD Kota Malang Minta Ada Jaminan Keamanan di Area Parkir

”Kami mendesak penataan segera dijalankan. Kalau dibiarkan seperti sekarang, ya akan terus dijadikan tempat parkir," tandasnya.

Dia mengatakan, anggaran pendamping untuk penataan kawasan tersebut belum dialokasikan dalam APBD 2026. Kemungkinan baru bisa dibahas dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD pada pertengahan tahun ini.

“Pemprov meminta dana pendamping untuk fungsi ekologis. Nanti kita lihat kemungkinan di PAK,” terang Dito.

Dito menilai kawasan Soehat menjadi poros ekonomi baru yang ramai dikunjungi anak muda. Oleh karena itu, lanjutnya, jalur pedestrian harus dirancang nyaman, lebar, dan ramah bagi pejalan kaki.

Baca Juga: Antisipasi Parkir Sembarangan, Muncul Opsi Penutupan di Area U-Turn Jalibar Kabupaten Malang

“Jalur pedestrian harus bisa memanjakan pejalan kaki, termasuk untuk jalan sehat dan jogging,” tegas legislator dapil Lowokwaru itu.

Selain mengembalikan fungsi trotoar, DPRD juga meminta fungsi ekologis kawasan tersebut dipulihkan. Caranya dengan menghadirkan kembali ruang hijau dan pepohonan. Jika penataan berjalan sesuai rencana, dia yakin Soehat menjadi ikon baru Kota Malang. Yakni menggabungkan aktivitas ekonomi, ruang publik, dan lingkungan yang asri. Sehingga tidak terpusat di Kajoetangan Heritage.

Dito menekankan, pembangunan infrastruktur tidak boleh berhenti pada aspek fisik. Setelah pedestrian selesai, pengawasan kawasan harus diperkuat. Terutama terkait parkir dan potensi munculnya Pedagang Kaki Lima (PKL) liar.

“Selanjutnya harus ada pengawasan. Salah satunya soal parkir agar tidak semrawut,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-PKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto menyampaikan bahwa pengerjaan trotoar bakal dilaksanakan Pemrov Jatim. Direncanakan dimulai Juni dan selesai paling lambat Desember depan.

Pembangunan dilakukan sisi barat jalan, tepat di atas saluran drainase. Panjangnya diperkirakan mencapai sekitar 1,3 kilometer dengan lebar kurang lebih 3,5 meter. Terkait material, Pemkot Malang mengusulkan penggunaan batu andesit.

”Kami mengusulkan andesit karena lebih kuat dan tampilan lebih rapi,” kata Dandung.(adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#trotoar #pak #Area Parkir #APBD