Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Rusak Berat, SDN Kalisongo 1 Masuk Prioritas Perbaikan

Nahdiatul Affandiah • Selasa, 5 Mei 2026 | 12:09 WIB
BUTUH RENOVASI: Kondisi atap SDN Kalisongo 1 yang sudah ambrol kemarin siang. Tak hanya atap, tembok sekolah juga terlihat kusam dan butuh perbaikan.
BUTUH RENOVASI: Kondisi atap SDN Kalisongo 1 yang sudah ambrol kemarin siang. Tak hanya atap, tembok sekolah juga terlihat kusam dan butuh perbaikan.

DAU, RADAR MALANG – Pengecekan kondisi bangunan di SDN Kalisongo 1, Kecamatan Dau, yang mengalami ambrol pada bagian atap telah rampung dilakukan. Berdasarkan hasil penilaian sementara, perbaikan bangunan sekolah tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 400 juta. Saat ini, Dinas Pendidikan bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKCPK) Kabupaten Malang tengah mengusulkan penanganan tersebut agar masuk dalam skala prioritas rehabilitasi. Hasil tinjauan lapangan menunjukkan kerusakan terjadi pada sejumlah elemen bangunan.Penutup atap terlihat bergelombang, sementara struktur rangka seperti usuk dan reng mengalami pelapukan akibat lembap dan paparan air hujan. Beberapa bagian atap juga mengalami kebocoran, diduga karena material yang telah menua serta faktor serangan rayap.

Selain pada atap, kerusakan juga tampak pada bagian plafon ruang kelas yang jebol. Sejumlah titik menunjukkan bekas kebocoran yang cukup lama. Dinding bangunan juga mengalami kerusakan pada lapisan plester, sementara kusen pintu dan jendela di beberapa ruang kelas serta ruang guru terlihat lapuk. Bahkan, beberapa kaca jendela dilaporkan pecah akibat tertimpa bagian plafon yang runtuh.

Baca Juga: Atap di SDN Kalisongo 1 Dau Ambrol setelah Upacara Hardiknas

Kepala DPKCPK Kabupaten Malang Farid Habibah meng takan, untuk sementara pihaknya memberikan rekomendasi pengamanan kepada sekolah. Salah satunya dengan menata ulang posisi meja dan kursi siswa agar tidak berada di bawah area plafon yang rusak atau berpotensi roboh. ”Kami juga menyarankan siswa tidak ditempatkan di dekat kaca jendela,” ujarnya.

 Di sisi lain, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ma lang Rosyta Dewi menyampaikan, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan bangunan. Data tersebut akan digunakan sebagai dasar pengajuan dalam Perbahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026 serta perencanaan penanganan lanjutan pada 2027. ”Kami terus berkoodinasi dengan DPKCPK untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Meski demikian, kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan dengan sejumlah penyesuaian. Dari pantauan di lapangan, siswa tetap mengikuti pembelajaran dengan menghindari area yang dinilai rawan. Penataan ruang dilakukan agar aktivitas belajar tetap aman.

Baca Juga: Tembok Penahan Tanah 25 Meter di Kabupaten Malang Ambrol Tergerus Longsor

Kepala SDN Kalisongo 1 Toha menuturkan, saat keja dian ambrol, kondisi ruang yang terdampak dalam kea daan kosong sehingga tidak menimbulkan korban. “Saat kejadian posisi bangunan kosong, dan bagian yang ambrol berada di belakang kelas,” ucapnya. (aff/and)

Editor : A. Nugroho
#DPKCPK #Prioritas #rusak berat #Perbaikan