MALANG KOTA, RADAR MALANG - Sektor pertanian dan perikanan mendominasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero Tbk. Berdasar data BRI Regional Office (RO) Malang, penyaluran KUR dari Januari sampai Maret 2026 senilai Rp 5,5 triliun.
"Dari total itu, Rp 1,6 triliun nya untuk sektor pertanian dan perikanan," terang Tito Witarnawan, Regional Micro Banking Head BRI Region Malang. Total KUR hingga Maret itu disalurkan kepada 117.387 debitur. Semua debitur tersebut dilayani 25 kantor cabang (Kanca).
Baca Juga: BRILink Tembus 1,18 Juta Agen, Kini Jangkau Lebih dari 80 Persen Desa di Indonesia
"Yang paling banyak penyaluran di Blitar, total KUR nya sudah Rp 485 miliar," tambah Tito. Penyaluran terbanyak selanjutnya dilakukan di BRI Kanca Ponorogo dan Kediri. Untuk diketahui, pada 2025 lalu, BRI Regional Office Malang mencatatkan penyaluran KUR sebesar Rp 20,359 triliun.
Jumlah pinjaman itu di salurkan kepada 472.748 debitur. Didominasi penyaluran untuk sektor pertanian dan perikanan serta perdagangan. Total porsinya 53,03 persen. Dengan pembiayaan yang memadai dan akses permodalan yang lebih mudah melalui KUR, pelaku usaha di berbagai daerah di wilayah Malang dan sekitar nya punya kesempatan untuk meningkatkan kapasitas usahanya.
Selain itu KUR, BRI juga memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM. Serta, memperluas kesempatan kerja dan mendorong pemerataan pembangunan. “Upaya-upaya itu dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga mampu mengelola usaha secara lebih baik dan berkelanjutan” ungkapnya.
Baca Juga: Perkuat Ekosistem Keagenan, BRILink Agen Siap Panen Hadiah Emas lewat Program Spesial
Tito menambahkan, dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran dana. Namun juga mencakup pemberdayaan dan pendampingan usha dan edukasi finansial agar para debitur dapat me ngelola usaha secara ber kelanjutan dan bertanggung jawab.
Itu sejalan dengan visi BRI untuk menjadi mitra terpercaya dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan, khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi ungulan. “BRI Regional Office Malang optimistis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan menjawab tantangan pebangunan inklusif di tingkat lokal” imbuhnya.
Ke depan, BRI Regional Office (RO) Malang akan terus mendorong penyaluran KUR dengan fokus pada sektor produktif. Sehingga pembiayaan yang diberikan dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan usaha masyarakat. “Tidak hanya berupa modal usaha saja, tapi juga mlalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya," papar Tito.
Semuanya dituangkan dalam beberapa program seperti Desa BRILian, Link UMKM, Klaster Usaha, dan Rumah BUMN. "Kami punya dua Rumah BUMN. Satu di Kota Malang, satunya di Bondowoso. Di sana kami sering memberikan pelatihan dan pendampingan untuk UM KM," imbuh Tito. (*/by)
Editor : A. Nugroho