Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkot Malang Siapkan 10 Trayek Angkot untuk Feeder Trans Jatim

Andika Satria Perdana • Minggu, 10 Mei 2026 | 08:19 WIB

 

Ilustrasi Trayer Bus dan Angkot (freepik)
Ilustrasi Trayer Bus dan Angkot (freepik)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Rencana pengadaan feeder atau angkutan penghubung menuju jalur Bus Trans Jatim masih jauh panggang dari api. Ada beberapa hal yang perlu disesuaikan untuk merealisasikan sistem transportasi tersebut. Salah satunya yakni trayek angkot. 

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra merinci, total ada 25 trayek angkot di wilayahnya. Namun yang benar-benar aktif hanya menyisakan 15 trayek. Sementara 10 trayek lainnya dinyatakan mati suri. 

Grafis Update Rencana Freeder Bus Trans Jatim
Grafis Update Rencana Freeder Bus Trans Jatim

Banyak Armada yang Tidak Layak

Rencananya, trayek yang tidak aktif itu akan diarahkan ke titik-titik halte atau shelter Bus Trans Jatim. 

”Trayek terakhir dibuat tahun 1989, kami akan ubah sesuai kebutuhan saat ini. Seperti feeder Bus Trans Jatim,” terang Jaya. 

Selain perlunya perubahan jalur, Jaya menyebut bahwa pelaksanaan feeder juga perlu memperhatikan kesiapan armada angkot. Menurut dia, dari seluruh armada angkot yang ada, tidak sampai setengahnya yang layak jalan. 

Baca Juga: Masih Tawar Menawar Subsidi Angkot Pelajar: Organda Ingin Rp 6 Ribu Per Km, Pemkot Malang Ajukan Nominal Ini

Total angkot yang masih aktif sebanyak 600 kendaraan. Sedangkan yang masuk kategori layak hanya 180 armada. Karena Bus Trans Jatim memiliki standar khusus, angkot yang jadi feeder juga harus memiliki standar kelayakan yang sama. 

Untuk meningkatkan kelayakan armada tersebut, butuh bantuan dari pemerintah. Jaya menyebut, ada kemungkinan proses penganggarannya dilakukan bersama antara Pemkot Malang dan Pemprov Jatim.

”Ada kemungkinan tetapi masih harus berdiskusi dengan provinsi,” tutur Jaya. 

Dishub Segera Uji Coba Feeder

Pada tahun ini, dishub bakal melakukan uji coba pelaksanaan feeder. Mereka akan memaksimalkan angkot yang terpilih untuk angkutan pelajar gratis terlebih dahulu. Jumlahnya tidak terlalu banyak, baru 80 kendaraan.

”Jadi angkot nanti bisa memiliki dua fungsi. Ketika jam berangkat dan pulang sekolah menjadi angkutan pelajar. Di luar waktu itu, bisa sebagai feeder untuk masyarakat umum,” jelasnya.

Baca Juga: Pemkot Malang Mulai Tertibkan Durasi Jual Beli di Pasar Kebalen

Organda Dukung Penuh Feeder Angkot

Di tempat lain, Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang Purwono Tjokro Darsono mengatakan, dalam pembahasan angkutan pelajar, juga ada pemaparan rencana feeder. Secara prinsip, sopir dan pemilik angkot mendukung rencana perubahan trayek. 

Sebab, matinya beberapa trayek membuktikan bahwa beberapa jalur angkot tidak lagi efektif dan makin minim peminat.

”Rencananya jalur angkot bisa masuk perumahan. Sehingga lebih mendekatkan masyarakat dengan transportasi umum,” kata dia. 

Purwono menekankan, ketika pelaksanaan feeder berjalan maksimal, penggunaan kendaraan pribadi bisa menurun. Sebab, masyarakat bakal dimanjakan dengan angkot yang bisa menjangkau wilayah lebih luas. ”Feeder stand-by dan penumpang bisa menunggu. Angkot mengumpulkan penumpang kemudian dibawa ke halte bus Trans Jatim,” jelas dia. 

Dia menambahkan, dukungan anggaran dari provinsi untuk Bus Trans Jatim seharusnya menjadi momentum besar bagi Kota Malang. Agar sistem transportasi publik bisa terintegrasi.

”Kami hanya menagih janji pak wali. Dulu pemkot menjanjikan angkutan pelajar dan feeder,” tambah Purwono. (adk/by)

Editor : A. Nugroho
#freeder #Trans Jatim #Pemkot #Trayek Angkot