KOTA MALANG, RADAR MALANG - TAK perlu modal besar untuk mengikuti tren media sosial. Dengan dana sekitar Rp 700 ribu, Surya mulai membuka jasa penyewaan convex mirror yang kini ramai digunakan mahasiswa untuk foto wisuda.
Mahasiswa Seni Rupa FIB UB angkatan 2022 itu menjalankan usaha tersebut melalui brand Papelia Flower. Ia mengaku mulai tertarik setelah melihat tren convex mirror ramai berseliweran di TikTok.
“Awalnya lihat penyewaan convex mirror dari luar daerah seperti Lampung ramai banget di TikTok. Pas dicek di Malang ternyata masih sedikit, akhirnya coba buka sendiri,” ujarnya.
Untuk memulai usaha tersebut, Surya membeli berbagai perlengkapan secara bertahap. Mulai dari kaca convex mirror, papan akrilik, dekorasi bunga, hingga membuat tiang custom sebagai penyangga.
“Custom tiang sekitar Rp 300 ribuan, kaca Rp 150 ribuan, akrilik Rp 120 ribuan, sama bunga sekitar Rp 200 sampai 300 ribu,” jelasnya.
Meski baru berjalan sekitar dua bulan, respons pasar terbilang cukup baik. Dalam sebulan, Papelia Flower bisa melayani sekitar 15 hingga 20 penyewa, terutama saat musim wisuda akhir pekan.
Mayoritas pelanggan berasal dari mahasiswa UB dan UM. Mereka menggunakan convex mirror untuk kebutuhan foto wisuda maupun sidang karena dianggap memberi hasil foto yang lebih unik dan estetik.
Tarif sewanya dipatok Rp 120 ribu untuk mahasiswa dan Rp 150 ribu untuk kebutuhan prewedding atau pernikahan. Harga itu sudah termasuk convex mirror, dekorasi, serta papan akrilik custom berisi nama dan ucapan.
“Kalau ada request tambahan seperti stiker atau tulisan di kaca biasanya tambah Rp 10 sampai 15 ribu,” katanya.
Menurut Surya, persaingan usaha serupa di Malang masih tergolong longgar. Sejauh ini, ia baru menemukan satu hingga dua brand lain yang menawarkan jasa penyewaan convex mirror.
Untuk menarik pelanggan, Papelia Flower menghadirkan ornamen kupu-kupu sebagai ciri khas dekorasi. Selain itu, layanan antar jemput juga disiapkan agar penyewa lebih praktis.
“Kalau pelayanan, kami juga bisa antar jemput,” tambahnya.
Namun, usaha berbasis tren media sosial tetap memiliki tantangan. Surya mengaku sempat mengalami kerusakan properti ketika bagian belakang kaca pecah setelah dipakai pelanggan.
Ia juga menilai tren convex mirror kemungkinan tidak akan bertahan lama. Menurutnya, bisnis kreatif seperti itu sangat dipengaruhi fenomena FOMO di media sosial.
“Sekarang mungkin masih masa ramai-ramainya. Bisa jadi satu atau dua tahun lagi muncul tren baru lagi,” ujarnya.
Karena itu, Surya mulai menyiapkan inovasi baru. Ke depan, Papelia Flower berencana menghadirkan paket bundling photo booth menggunakan iPad sekaligus menambah variasi warna convex mirror agar tetap diminati pasar. (pak/adn)
Editor : A. Nugroho