Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Butuh Anggaran Rp 200 Miliar untuk Proyek LSDP di Kota Malang

Andika Satria Perdana • Jumat, 22 Mei 2026 | 10:46 WIB

SUPAYA TAK OVERLOAD: Sampah dipilah secara otomatis di TPA Supit urang, beberapa waktu lalu. Proyek LSDP diyakini menjadi salah satu solusi atasi volume sampah terus meningkat di Kota Malang.

SUPAYA TAK OVERLOAD: Sampah dipilah secara otomatis di TPA Supit urang, beberapa waktu lalu. Proyek LSDP diyakini menjadi salah satu solusi atasi volume sampah terus meningkat di Kota Malang.

Tahun pertama Local Service Delivery Program (LSDP) di Malang bakal dikucurkan anggaran Rp 50 miliar.

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Butuh biaya besar untuk merealisasikan proyek Local Service Delivery Program (LSDP). Anggarannya diperkirakan mencapai Rp 200 miliar. Pemkot Malang bakal mengalokasikan anggaran LSDP pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 mendatang.

Sebagai informasi, LSDP merupakan sistem pengolahan sampah. Salah satunya, mengubah sampah menjadi arang briket. Briket merupakan bahan bakar alternatif terbarukan yang terbuat libah biomassa organik.

Grafis Biaya Proyek LSDP
Grafis Biaya Proyek LSDP

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menuturkan, alokasi untuk proyek LSDP tidak langsung sebesar Rp 200 miliar. Pembangunan LSDP dilakukan secara bertahap hingga lima tahun. Pada tahun pertama alokasi anggaran yang dikucurkan untuk mendanai proyek itu kemungkinan mencapai Rp 50 miliar.

”Sistemnya menggunakan reimburse. Kami harus menyiapkan dana talangan terlebih dahulu,” terang Wahyu. Al hasil, perlu dilakukan penganggaran pada APBD. Kota Malang menjadi satu dari 10 wilayah yang jadi prioritas melaksanakan program LSDP. Karena itu, programnya akan berjalan pada tahun 2027 mendatang.

Baca Juga: Pengerjaan Fisik LSDP di Kota Malang Dijadwalkan Mulai 2027, Pembangunan Bertahap Selama Lima Tahun

Dimulai dengan pembangunan infrastruktur penunjang. Tujuannya, supaya LSDP bisa berjalan dengan baik.

Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran menuturkan, saat ini tengah menyiapkan dokumen administrasi. Langkah selanjutnya adalah pembahasan anggaran. Menurutnya, untuk merealisasikan LSDP butuh persetujuan dari Wali Kota dan DPRD Kota Malang.

”Persetujuan kepala daerah dan legislatif merupakan bukti keseriusan pemkot mengikuti LSDP,” tuturnya. Kota Malang menjadi prioritas karena dua alasan. Pertama volume sampah mencapai 500 ton ke TPA Supit Urang. Sehingga jumlah tersebut harus diolah agar TPA tidak overload. Selain itu, Kota Malang juga sudah memiliki lahan yang sesuai kriteria.

Baca Juga: Upaya Selesaikan Masalah Sampah, Pj Walikota Iwan Sebut Kota Malang Siap untuk Proyek LSDP

LSDP direncanakan dibangun di sekitar TPA Supit Urang. Karena masih banyak lahan kosong yang tersisa. ”Manfaat LSDP tentu cukup besar. Karena bisa mengurangi sampah hingga 150 ton,” ungkapnya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Arief Wahyudi mendukung penuh alokasi anggaran untuk LSDP. Menurutnya dana talangan Rp 50 miliar tidak akan menjadi masalah. ”Nanti tinggal keseriusan wali kota saja. Kami menunggu hal itu,” tuturnya.

Arief mengatakan, sepanjang untuk pengelolaan sampah. Legislatif akan mendukung meskipun dengan biaya besar. Karena selama ini anggaran untuk sampah masih sangat minim. (adk/gp)

Editor : A. Nugroho
#butuh anggaran #proyek #LSDP #APBD