Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bupati Sanusi Sebut TPA Talangagung Sudah Overload

Indah Mei Yunita • Jumat, 22 Mei 2026 | 14:07 WIB
OLAH SAMPAH: Bupati Malang H M. Sanusi meninjau TPA Talangagung, Kepanjen kemarin (21/5).
OLAH SAMPAH: Bupati Malang H M. Sanusi meninjau TPA Talangagung, Kepanjen kemarin (21/5).

KEPANJEN, RADAR MALANG - Tempat Pemro sesan Akhir (TPA) Talangagung sudah penuh. Jika sampah tidak dikelola secara profesional, TPA akan meluber dan mencemari lingkungan. Hal tersebut disam paikan oleh Bupati Malang H M. Sanusi di sela meninjau TPA Talangagung, Kepanjen kemarin (21/5).

Dalam kunjungannya terse but, Sanusi menegaskan bahwa sampah di daerah harus ditangani lebih serius. Hal itu sesuai dengan program Presiden Prabowo Subianto. “Untuk penanganan sampah, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Tapi harus kolaborasi dengan semua pihak,” kata dia.

Baca Juga: TPA Supit Urang Terancam Overload 2028, KLH Soroti Timbunan 500 Ton Sampah Per Hari di Kota Malang

Termasuk kolaborasi dengan sopir maupun pekerja pengangkut sampah dari rumah tangga. Sekaligus pemulung yang mampu mengurangi residu sampah yang masuk ke TPA. Menurutnya, penin jauan tersebut sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam penanganan sampah yang lebih serius. “Sampah yang sudah over ini menjadi urgensi. Sampah tidak boleh hanya dibuang di tempat terbuka (open dumping),” katanya.

Sementara itu, TPA Talang agung menggunakan sistem controlled landfill. Yakni sampah yang sudah tertimbun kemudian diuruk menggunakan tanah secara berkala.

Dia melanjutkan, sampah harus dikelola supaya mengurangi residu di TPA. Pengolahannya bisa menjadi refused derived fuel (RDF) maupun menjadi energi listrik. “Sementara ini kami menerapkan RDF terlebih dahulu. PSEL (pengolahan sampah energi listrik) masih belum. Masih terus berproses,” beber orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang itu.

Baca Juga: TPA Paras Bernapas Kembali, 15 Ribu Ton Sampah Lama Dibongkar

Seperti diberitakan, tahun ini Pemkab Malang memutuskan membangun pabrik pengolahan sendiri. Lokasinya di TPA Paras, Ponco kusumo. Anggaran untuk membangun pabrik pengolahan sampah diperkirakan mencapai Rp 4,5 miliar. Namun ketersediaan masih Rp 1 miliar.

Jika terealisasi, dia melanjutkan, pabrik pengolahan RDF tersebut dapat mengolah sekitar 25 ton per hari. Pemenuhan alatalat di pabrik tersebut akan dilaksa nakan secara bertahap. Sebab untuk mencapai ideal, kemungkinan butuh waktu dua tahun.(yun/dan)

Editor : A. Nugroho
#Talangagung #Bupati #TPA #overload