MALANG KOTA, RADAR MALANG - Kios Ayam Segar Tumpang cabang Madyopuro di Jalan Danau Jonge, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang langsung diberi police line, kemarin (23/5). Itu dilakukan setelah terjadi penganiayaan terhadap karyawan di kios tersebut. Dalam rekaman di sejumlah media sosial, terlihat kondisi tempat usaha tersebut tampak kacau.
Papan nama hingga meja terlihat rusak. Barang dagangannya pun berceceran di lantai. Suparto, pedagang toko sembako di dekat kios ayam itu menceritakan, awalnya terdengar suara ribut dari luar. Suparto langsung keluar untuk mengeceknya.
Baca Juga: Kasus Penganiayaan Pelajar oleh Oknum Brimob Tuai Sorotan, DPR Tegaskan Usut Sampai Tuntas
Dia mendapati seorang laki-laki membawa senjata tajam berjenis parang. ”Lalu parang itu dilempar ke arah toko. Para karyawan kios yang jumlahnya empat orang langsung bersembunyi di dalam,” cerita dia.
Melihat itu, Suparto berupaya melerai. Dia sempat bertanya kepada pelaku. Dari cerita pelaku, dia menyebut bahwa persoalannya terkait persaingan usaha. ”Pelaku bilang, sejak ada kios Ayam Segar Tumpang, kiosnya semakin sepi,” bebernya.
Selanjutnya, pelaku sempat pergi dari lokasi. Kemudian warga setempat mengecek kondisi para karyawan di kios. Dua orang dilaporkan terluka. ”Satu terluka di bagian lengan kanan. Karena lukanya cukup parah, dia dibawa ke rumah sakit. Satu lagi terluka di kaki,” sambung Suparto.
Baca Juga: Bahar bin Smith jadi Tersangka atas Penganiayaan Anggota Banser
Ketua RT 7/RW 11 Kelurahan Sawojajar Supriyanto juga membenarkan adanya tindak kekerasan di kios tersebut. Namun dia tidak tahu secara pasti kronologi kejadiannya. ”Saat dapat laporan dari warga, posisi saya di Rampal, tapi memang betul ada yang terluka,” kata Supriyanto.
Terpisah, Kapolsek Kedungkandang Kompol M. Roichan menjelaskan, pihaknya sudah meninjau kondisi kios dan meminta keterangan dari orang-orang di lokasi kejadian. Perkara itu pun sedang ditangani kepolisian.
”Kami juga masih melakukan pengejaran terhadap pelaku,” ungkap Roichan. Saat ditanya apakah tindak kekerasan terjadi karena persaingan usaha, dia belum bisa berbicara banyak. Sebab, kasus itu masih didalami pihaknya. (mel/by)
Editor : A. Nugroho