Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Penjual Hewan Kurban di Malang Rasakan Fluktuasi Daya Beli Warga

A. Nugroho • Minggu, 24 Mei 2026 | 12:36 WIB
NAIK TURUN: Roi Langga, penjual hewan kurban di Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun mengecek beberapa kambingnya, kemarin (23/5). (Ramizard Rafsanjani/Radar Malang)
NAIK TURUN: Roi Langga, penjual hewan kurban di Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun mengecek beberapa kambingnya, kemarin (23/5). (Ramizard Rafsanjani/Radar Malang).

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Rudi, pedagang hewan ternak di kawasan Sulfat mengaku penjualan hewan ternaknya menurun. Terutama kambing. ”Kambing sampai Jumat kemarin (Jumat lalu) yang terjual baru 28 ekor. Padahal biasanya sudah tembus 50 ekor,” tutur dia.

Sementara untuk sapi, Rudi mengaku bahwa penjualannya cenderung meningkat. Tahun ini dia sudah menjual tujuh sapi. Ada pula pedagang hewan ternak yang merasakan peningkatan penjualan. Seperti disampaikan Lucky Aditya. 

 

Grafis Penjualan Hewan Ternak di Kota Malang Jelang Idul Adha
Grafis Penjualan Hewan Ternak di Kota Malang Jelang Idul Adha

Pemilik peternakan kambing This Is Farm di Kelurahan Kedungkandang itu mengaku sudah menjual hingga 60 ekor kambing. Kambing yang dijual ada yang berjenis peranakan Etawa, Randu Sumbawa, hingga peranakan Etawa Senduro. ”Tahun lalu saat saya baru mulai jualan, yang terjual ada 30 ekor,” imbuh Lucky.

Harga kambing yang dijual Lucky bermacam-macam. Mulai dari Rp 2,5 juta sampai Rp 9 juta per ekor. Pembeli berminat karena Lucky rutin melakukan live di media sosial. Berkat promosi yang dilakukan, pembeli tidak hanya dari Kota Malang. Ada juga pembeli dari Sidoarjo, Surabaya, hingga Tangerang.

Baca Juga: Sambut Hari Raya Iduladha 1446 H, PT Jasamarga Pandaan Malang Serahkan Hewan Qurban

Selain menggencarkan promosi, Lucky juga rajin memberikan perawatan terhadap seluruh kambing. Dia secara berkala memberikan suplemen dan menjaga kondisi kandang. ”Karena kambing rentan terhadap penyakit seperti kembung. Harus dijaga pakannya juga. Di dalam pakan tidak boleh tercampur hewan seperti ulat dan belalang,” tegasnya.

Kondisi berbeda dirasakan Roi Langga, pedagang hewan kurban asal Kecamatan Wagir yang membuka lapaknya di kawasan Gadang. Sampai kemarin (23/5), dia mengaku baru menjual 10 ekor kambing. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, dia bisa menjual hingga 80 ekor kambing. 

”Sepinya peminat sebenarnya sudah terasa sejak bulan puasa. Biasanya saat itu sudah banyak yang pesan, tapi tahun ini berbeda,” kata Roi. Dia menduga penurunan daya beli itu salah satunya terjadi karena berdekatan dengan momen tahun ajaran baru. Sehingga banyak masyarakat yang akhirnya memprioritaskan anggaran rumah tangga untuk biaya pendidikan anak.

Baca Juga: QurbanKu HasanahKu BNI Syariah Salurkan 530 Hewan Kurban

Meski menurun, dia tetap optimistis. Sebab, mayoritas pembeli di tempatnya baru ramai mendatangi lapak ketika mendekati hari H Idul Adha. Di lapaknya itu, Roi menyediakan beberapa hewan kurban. Seperti kambing berjenis Sumbawa, Jawa, Gibas, dan Etawa. Dari sekian jenis tersebut, kambing etawa menjadi yang paling banyak diburu. 

Roi mematok harga kambing mulai dari Rp 2 juta sampai Rp 6 juta. Tergantung kelasnya. ”Dari 10 ekor kambing yang sudah laku, rata-rata pembeli memilih kelas menengah di kisaran harga Rp 3 juta. Baru ada satu orang yang membeli kelas premium di harga Rp 4,5 juta,” tambah dia. (mel/kr2/by)

Editor : A. Nugroho
#Penjual #fluktuasi #hewan qurban #Daya