Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Harapkan Peran Investor Kurangi Pengangguran

Andika Satria Perdana • Jumat, 29 Mei 2026 | 14:44 WIB
Ilustrasi Pengangguran (freepik)
Ilustrasi Pengangguran (freepik)

Investasi Tidak Boleh Hanya Sekadar Statistik 

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Kenaikan nilai investasi disambut positif Pemkot Malang. Tapi, penanaman modal diharapkan tidak sekadar angka. Wajib berdampak dengan mengurangi angka pengangguran.

Sebagai informasi, angka investasi tahun 2024 tercatat mencapai Rp 2,8 triliun. Mengalami peningkatan menjadi Rp 3,1 triliun pada 2025. Tahun ini, jika sesuai target investasi akan terus naik sampai Rp 3,2 triliun.

Grafis Tingkat Pengangguran Kota Malang
Grafis Tingkat Pengangguran Kota Malang

Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan menjelaskan, tren angka pengangguran sebenarnya mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Malang misalnya, pada Agustus 2024 mencapai 6,10 persen. Pada tahun 2025, berhasil turun menjadi 5,69 persen.

Arif berharap, dengan naiknya nilai investasi, ikut memberikan andil terhadap penurunan TPT. ”Kami sudah meminta investor yang masuk harus menyerap tenaga kerja lokal, jangan ambil dari luar daerah. Tahun ini kami menargetkan angka pengangguran di bawah 5,5 persen,” tuturnya.

Baca Juga: Bupati Malang Sanusi Punya Cara Tekan Angka Pengangguran Terbuka, Ini Detailnya

Untuk mencapai target tersebut, Pemkot Malang mengintensifkan pemantauan kepada pelaku usaha. Khususnya dalam pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Sebagai informasi pada LKPM, perusahaan akan menyajikan data karyawan dan daerah asalnya.

Selain itu, pemkot juga aktif memburu investor baru agar percepatan investasi tetap terjaga. Penanaman modal bakal menyasar sektor perhotelan dan kuliner. Karena selama ini jadi penyumbang terbesar investasi sekaligus penyerap tenaga kerja di Kota Malang.

Disnaker telah menginstruksikan kepada pelaku usaha agar kebutuhan tenaga kerja di posisi dasar seperti cleaning service hingga staf operasional, diprioritaskan bagi warga lokal. Terutama lulusan SMA dan SMK.

Baca Juga: Pemkab Malang Pasang Target Penurunan Pengangguran Jadi 4,8 Persen

Selain dua sektor itu, Pemkot Malang juga melirik ekonomi kreatif sebagai pencipta lapangan kerja. Untuk sementara, sektor ekraf dinilai belum optimal dan masih perlu didorong lebih serius. ”Ekraf menjadi potensi baru, namun data resmi penyerapan tenaga sektor itu belum masuk ke kami,” tandasnya.

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Malang Harvard Kurniawan mendukung gagasan Pemkot Malang mendorong investor memprioritaskan tenaga kerja lokal. Senada dengan eksekutif, investasi tidak boleh hanya sekadar statistik. ”Selain meningkatkan pendapatan daerah, mengurangi pengangguran itu wajib. Karena mereka membuka usaha di wilayah Kota Malang, harus ada andil,” tutur Harvard. (adk/gp)

Editor : A. Nugroho
#TPT #Pemkot Malang #Peran #Pengangguran