Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menuturkan, pembahasan penambahan koridor masih dilakukan. Tidak hanya Malang Raya, beberapa daerah lain juga telah mengajukan penambahan koridor. ”Nanti malam (Jumat) kami rapat penambahan koridor. Ada permintaan buruh dari Pasuruan ketika May Day kemarin,” ujarnya.
Baca Juga: Pemkot Malang Usulkan Dua Rute Baru Bus Trans Jatim ke Pemprov
Selain Pasuruan, Khofifah mengatakan bahwa penambahan koridor Malang Raya juga menjadi prioritas. Sebab, sebelumnya direncanakan ada tiga koridor yang beroperasi. Pada 2026 baru ada satu. Yakni dari Terminal Hamid Rusdi ke Terminal Landungsari dan berakhir di Terminal Batu
”Mohon ditunggu, kami masih menghitung (kebutuhan) anggaran pada rapat nanti,” tutur Khofifah. Dia menambahkan, ada beberapa pertimbangan lain dalam penambahan koridor Bus Trans Jatim. Yakni dialog dengan pihak terkait seperti angkot. Serta mempertimbangkan kebutuhan masyarakat.
Politisi PKB itu menerangkan, kebutuhan Bus Trans Jatim di Pasuruan untuk memudahkan mobilitas buruh. Utamanya yang berdomisili di Mojokerto. ”Salah satu yang diminta oleh buruh itu agar disegerakan ke PIER (Pasuruan Industrial Estate Rembang),” kata dia.
Baca Juga: ASN Pemkot Malang Mulai Maksimalkan Bus Trans Jatim Mengimplementasikan Surat Edaran Wali Kota
Seperti diberitakan sebelumnya, direncanakan ada tiga koridor Bus Trans Jatim di Malang Raya. Salah satu koridor rencananya melayani rute Terminal Hamid Rusdi hingga Kepanjen. Satu lagi mengakomodasi dari Kecamatan Pakis, menuju Terminal Arjosari, dan berakhir di Terminal Batu.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan, wilayahnya membutuhkan dua koridor untuk segera beroperasi. Sebab masih banyak rute di dalam kota yang belum terakomodasi. Seperti gerbang Kota Malang di Terminal Arjosari.
Kemudian di wilayah padat penduduk seperti di Jalan Soekarno-Hatta. Di sisi lain, Pemkot Malang juga tengah menyiapkan program feeder (angkutan pengumpan). Sehingga penumpang dari perumahan bisa terintegrasi ke halte-halte Trans Jatim. ”Kami sudah usulkan penambahan dua koridor. Keputusan akhir di provinsi,” tuturnya. (adk/by)
Editor : A. Nugroho