MALANG, RADAR MALANG - Milad ‘Aisyiyah ke-109 menjadi momentum penting untuk melihat kembali bagaimana perempuan ‘Aisyiyah terus mengambil peran dalam membangun pendidikan yang berkemajuan. Selama lebih dari satu abad, ‘Aisyiyah hadir bukan hanya sebagai organisasi perempuan, tetapi juga sebagai penggerak lahirnya ruang-ruang pendidikan yang menumbuhkan ilmu, karakter, dan nilai kemanusiaan.
Di Kota Malang, perkembangan sekolah-sekolah ‘Aisyiyah menjadi salah satu bukti nyata bagaimana semangat tersebut terus hidup dan berkembang. Berbagai lembaga pendidikan ‘Aisyiyah kini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islami dan keteladanan.
Sebagai bagian dari perempuan muda ‘Aisyiyah, Ridya Ningrum Wulandari, M.Pd., selaku Kepala Bidang Media dan Komunikasi PCNA Lowokwaru, turut memberikan perhatian terhadap perkembangan pendidikan ‘Aisyiyah di Kota Malang.
Menurutnya, sekolah-sekolah ‘Aisyiyah memiliki kekuatan besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah tumbuhnya kepemimpinan perempuan di lingkungan sekolah ‘Aisyiyah. Kehadiran pemimpin perempuan dinilai membawa pendekatan yang lebih humanis, hangat, dan dekat dengan kebutuhan peserta didik.
Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai proses transfer ilmu, tetapi juga ruang tumbuh yang sehat bagi anak-anak.
“Perempuan ‘Aisyiyah memiliki cara memimpin yang khas, yaitu memimpin dengan hati, keteladanan, dan nilai-nilai pengabdian. Hal tersebut menjadi kekuatan penting dalam dunia pendidikan hari ini,” ungkap Ridya.
Ia juga menilai bahwa sekolah-sekolah ‘Aisyiyah di Kota Malang mulai menunjukkan perkembangan yang positif melalui berbagai inovasi pembelajaran, penguatan karakter Islami, hingga kemampuan peserta didik dalam menghadapi tantangan global.
Menurutnya, hal tersebut menjadi bentuk nyata bahwa pendidikan berbasis nilai tetap mampu berjalan berdampingan dengan kemajuan zaman.
Salah satu sosok yang mencerminkan semangat tersebut terlihat dalam kepemimpinan Reni Nur Farida, M.Pd., di SD ‘Aisyiyah Kamila.
Dengan pendekatan yang hangat dan penuh keteladanan, kepemimpinan perempuan di sekolah ‘Aisyiyah menjadi representasi bagaimana pendidikan dapat tumbuh melalui kepedulian, kedekatan, dan visi yang kuat terhadap masa depan generasi.
Dalam berbagai kesempatan, Reni Nur Farida, M.Pd., juga kerap menyampaikan bahwa berjuang di amal usaha ‘Aisyiyah tidak akan pernah menjadi perjuangan yang sia-sia.
Menurutnya, setiap proses pengabdian dalam pendidikan akan selalu memberikan manfaat, bukan hanya bagi peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari amal jariyah dan ikhtiar membangun peradaban.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan di lingkungan ‘Aisyiyah tidak sekadar tentang profesi, melainkan bentuk pengabdian yang dijalankan dengan nilai keikhlasan dan kebermanfaatan. Semangat inilah yang hingga hari ini terus hidup di berbagai sekolah ‘Aisyiyah, termasuk di Kota Malang.
Momentum Milad ‘Aisyiyah ke-109 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga pengingat bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dalam membangun masa depan pendidikan Indonesia. Dari ruang kelas, perempuan-perempuan ‘Aisyiyah terus menanamkan nilai ilmu, kepedulian, dan keberanian kepada generasi penerus bangsa.
Melalui semangat berkemajuan yang terus dijaga, ‘Aisyiyah membuktikan bahwa pendidikan yang lahir dari ketulusan dan keteladanan akan selalu memiliki tempat di tengah perubahan zaman. (*)
Artikel ini ditulis oleh: Ridya Ningrum Wulandari, M.Pd, Ketua Bidang Media dan Komunikasi Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Lowokwaru
Editor : A. Nugroho