Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tiga Pendaki Liar Terjatuh di Lereng Gunung Semeru

Biyan Mudzaky Hanindito • Jumat, 5 Juni 2026 | 13:45 WIB
PENCARIAN: Tim gabungan bersiap melakukan pencarian tiga pendaki Gunung Semeru yang terjatuh. Hingga kemarin (4/6) korban belum ditemukan.
PENCARIAN: Tim gabungan bersiap melakukan pencarian tiga pendaki Gunung Semeru yang terjatuh. Hingga kemarin (4/6) korban belum ditemukan.

AMPELGADING, RADAR MALANG – Banyak jalur berbahaya di Gunung Semeru. Jika tidak ingin celaka ketika mendaki Semeru, sebaiknya mengajukan izin secara remi. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengungkap ada tiga pendaki liar yang celaka. Proses pencarian berlangsung hingga kemarin (4/7).

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, ketiga pendaki tersebut berasal dari Malang, Semarang, dan Pasuruan. Informasi yang dihimpun di lokasi, satu pendaki asal Malang bernama Cakra Bhirawa Krisna Murti Setiawan, 18.

Baca Juga: Kronologi Lengkap Pendaki Jalur Ilegal Terjatuh di Gunung Semeru, Berangkat saat Pendakian Ditutup dan Ditemukan setelah Dua Hari

Tiga orang itu melakukan pendakian menuju kawasan Gunung Semeru melalui jalur Candi Jawar Purbakala, Desa Mulyosari, Kecamatan Ampelgading. Pendakian dimulai Sabtu lalu (30/5). “Jalur yang digunakan bukan merupakan jalur resmi pendakian wisata yang dikelola Balai Besar TNBTS. Lokasi tersebut merupakan akses tidak resmi dan masyarakat setempat juga mengetahui bahwa jalur tersebut bukan pintu masuk maupun jalur yang digunakan untuk aktivitas pendakian Gunung Semeru,” terang Rudijanta.

Ia menambahkan, sampai saat ini pendakian ke Semeru masih ditutup lantaran aktivitas vulkanologi yang masih belum menentu. Diketahui juga bahwa tiga orang berangkat secara diam diam tanpa izin orang tua mereka, terutama Cakra.

Namun pendakian tetap dilakukan. Baru pada Senin (1/6) sekitar pukul 10.00, Cakra menghubungi orang tuanya dan menyampaikan bahwa dirinya terjatuh di lereng Semeru. Korban mengaku membutuhkan pertolongan. Dia juga sempat mengirimkan titik koordinat lokasi terakhir sebelum komunikasi terputus.

Baca Juga: Fasih Bahasa Inggris dari Sesame Street, Guide Asal Tumpang Jadi Langganan Pendaki Mancanegara ke Semeru

Rudijanta mengatakan, upaya pertolongan sempat dilakukan orang tua Cakra dengan menghubungi Koramil Tirtoyudo dan Ampelgading untuk melakukan pencarian. Hari itu juga, pada malam hari, ayah korban bersama enam warga Kali putih, Kecamatan Ampelgading berupaya menuju lokasi korban. Tapi untuk mencapai lokasi tersebut diperlukan waktu tempuh sekitar delapan jam berjalan kaki melalui medan yang terjal, curam, dan minim akses. “Selasa (2/6) pukul 10.00, informasinya korban sudah ketemu. Tapi evakuasi mengalami kendala karena kondisi medan yang cukup berat, sehingga membutuhkan dukungan personel tambahan,” imbuh Rudijanta.

Warga tambahan dari Tirtoyudo dan Ampelgading pun datang, tapi belum juga bisa mengevakuasi korban. Baru pada Rabu (3/6), petugas Balai Besar TNBTS, Basarnas, masyarakat setempat, dan relawan kerahkan untuk melakukan evakuasi. “Sampai sekarang belum turun,” kata dia. (biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#Pendaki Liar #gunung semeru #TNBTS #terjatuh