Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bumi Kanjuruhan Diguncang 33 Kali Gempa dalam Sebulan

Indah Mei Yunita • Minggu, 7 Juni 2026 | 13:26 WIB
Ilustrasi Gempa Bumi (freepik)
Ilustrasi Gempa Bumi (freepik)

KEPANJEN, RADAR MALANG - Dalam satu bulan, Bumi Kanjuruhan dilanda 33 kali gempa. Semua nya berpusat di Kabupaten Malang. Selain itu, juga ada satu gempa bumi yang berpusat di daerah lain, tapi guncangan terasa di Malang dan sekitarnya. Itu terungkap dalam data Badan Meteorologi, Klimatolongi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang. 

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Stasiun III Malang Ricko Kardoso menjelaskan, berdasar peta distribusi gempa bumi, kejadian gempa tersebut sebagian besar berpusat di laut selatan Pulau Jawa. “Episenter tersebut sebagai akibat dari subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia,” kata dia beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Selatan Jember, Getaran Terasa hingga Malang

“Seluruh kejadian tersebut memiliki magnitudo atau kekuatan di bawah 5 Skala Richter (SR), sehingga tidak dirasakan masyarakat,” lanjutnya.

Dia mengatakan, gempa bumi terbaru terjadi pada Minggu lalu (31/5) pukul 04.47. Gempa dengan kekuatan 2,92 SR itu terpusat di 234 kilometer selatan Kabupaten Malang. Pada hari tersebut, ada dua kejadian gempa bumi dalam satu hari.

Selain itu, dia melanjutkan, pada Selasa (26/5) pukul 15.39, terjadi gempa bumi tektonik yang dirasakan di Kabupaten Malang dan sekitarnya. Berdasar hasil analisis BMKG, gempa bumi tersebut berkekuatan 5,1 SR. Pusatnya ada di laut dengan jarak 99 kilometer tenggara Kabupaten Jember. Kedalamannya 14 kilometer. Namun gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Baca Juga: Gempar! Seruan Gulingkan Kepemimpinan Prabowo, Istana Berikan Jawaban Menohok

Ricko menyampaikan, dengan memperhatikan lokasi pusat dan kedalamannya, kejadian tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi atau perubahan batuan dalam lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser.

Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di beberapa daerah. Termasuk Kabupaten Malang dan sekitarnya dengan skala intensitas III MMI. “Jadi, getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu,” kata Ricko.

Sementara itu, gempa bumi tersebut tercatat melalui sensor. BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang memiliki sekitar 20-an sensor. Tiga sensor di antaranya berada di Kabupaten Malang. Yakni Malang Jawa Indonesia (MLJI), Gedangan Jawa Indonesia (GEJI), dan Poncokusumo Jawa Indonesia (POKJI). Kemudian yang terdekat yaitu Klakah Lumajang Jawa Indonesia (KLJI).(yun/dan)

 

Editor : A. Nugroho
#Bumi Kanjuruhan #BMKG #Gempa #sr