KARANGPLOSO, RADAR MALANG – Karangploso, Kabupaten Malang berhasil menyedot investasi hingga Rp 800 miliar. Itu terlihat dari pembangunan pabrik infus milik PT Suryavena Farma Indonesia yang diinisiasi oleh Muhammadiyah. Kemarin (11/6), peletakan batu pertama sudah dilaksanakan. Tepatnya di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, Muhammadiyah memiliki 130 rumah sakit dan ratusan klinik yang tersebar di Indonesia. Kehadiran pabrik tersebut diharapkan memenuhi kebutuhan cairan infus dan produk kesehatan lainnya secara mandiri.
“Kalau dengan pabrik sendiri, bisa lebih efisien dan terkontrol. Bisa menekan harga yang lebih rendah, produk juga lebih diminati konsumen,” ujar Haedar di sela menghadiri peletakan batu pertama.
Dia menyebut, pabrik infus tersebut dibangun di lahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Luasnya sekitar 14 hektare. Manajemennya melibatkan majelis kesehatan dan majelis ekonomi dan bisnis.
Ke depan, dia melanjutkan, dapat bersinergi dengan majelis lain. Pabrik tersebut ditargetkan mulai beroperasi akhir 2027 atau awal 2028 mendatang. “Nilai investasinya sekitar Rp 800 miliar. Itu di luar lahannya,” imbuh Haedar.
Baca Juga: Sedot Investasi Rp 256 T, PLTA Kayan Cascade Bakal Beroperasi 2025
Meski membangun pabrik, Haedar menegaskan, kehadirannya tidak berarti Muhammadiyah meninggalkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menurutnya, industri farmasi justru menjadi bagian dari upaya menaikkan kelas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib menyambut baik hadirnya investasi industri kesehatan di Kabupaten Malang. Menurutnya, pembangunan pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia tidak hanya memperkuat sektor kesehatan nasional, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kehadiran industri kesehatan yang diinisiasi oleh Muhammadiyah merupakan bentuk dukungan kemandirian sektor kesehatan nasional sekaligus memperkuat ketahanan industri farmasi dalam negeri,” kata Lathifah.
Pihaknya berharap investasi tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan produk kesehatan secara mandiri. Namun juga memberi dampak positif bagi perekonomian daerah. “Di antaranya melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta tumbuhnya ekosistem industri yang berdaya saing di Kabupaten Malang,” pungkas politisi PKB itu. (yun/dan)
Editor : A. Nugroho