Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

KSP Minta Sekolah Rakyat Permanen di Kota Malang Segera Dibangun

Nabila Amelia • Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:06 WIB
BERI PERHATIAN: Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman melihat karya lukis dari salah satu pelajar Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang. (Darmono/Radar Malang)
BERI PERHATIAN: Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman melihat karya lukis dari salah satu pelajar Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Perkembangan sekolah rakyat (SR) di Kota Malang kembali dipantau pemerintah pusat. Kemarin (12/6), Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman meninjau salah Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang. Dalam peninjauan itu, dia meminta SR permanen segera dibangun di Kota Malang.

”Saya lihat yang sekarang sekolah rintisan. Yang permanen akan dibangun di sekitar sini. Nanti kami komunikasikan dengan Kementerian ATR/BPN dan dinas sosial untuk segera dibangun,” tegas Dudung. Meski ada harapan agar SR permanen segera dibangun, tapi Dudung menilai SR rintisan cukup memadai.

Baca Juga: Plt Deputi V KSP Tinjau Tiga Lahan Sekolah Rakyat

Dudung juga menyampaikan bahwa SR merupakan program prioritas utama Presiden RI Prabowo Subianto. Di samping program makan bergizi gratis (MBG) dan lain sebagainya.

Melalui sekolah rakyat, lanjut Dudung, anak-anak yang tidak mampu dari desil satu sampai desil dua bisa bersekolah. Meski cukup sulit untuk membuat anak-anak beradaptasi pada awalnya, namun pembinaan karakter hingga akademik berlangsung lancar seiring berjalannya waktu.

”Harapannya tahun 2029 nanti bisa terbangun sampai 500 Sekolah Rakyat,” ucap Dudung. Dia menyebut, sampai sekarang sudah ada 166 SR yang terbangun. 

Baca Juga: KSP Beri Motivasi Calon Pelajar Sekolah Rakyat di Kota Malang

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang Donny Sandito menyampaikan, semula SR permanen diusulkan di lokasi yang sekarang digunakan SR rintisan. Sebab di lokasi yang sekarang tidak disetujui DPUPRPKP Kota Malang.

”Selanjutnya kami mengusulkan lahan di sebelah GOR Ken Arok. Namun di sana sebagian merupakan RTH (Ruang Terbuka Hijau),” tutur Donny. Akhirnya pemkot mengusulkan lahan di Kelurahan Arjowinangun. Di sana memang masuk RTH, namun termasuk RTH kelurahan.

Donny menyebut RTH tersebut bisa digunakan. Namun harus ada lahan lain untuk ditukar. Sebab, lahan yang digunakan belum pasti sampai sekarang. Karena itu penerimaan murid baru SR belum bisa dilakukan. Alternatifnya jika sudah menginjak SMA, para murid akan dititipkan di SR lain. Misalnya saja di Blitar. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#ksp #Sekolah Rakyat #purn #sr