KABUPATEN MALANG, RADAR MALANG - Rencana Arema FC untuk mengelola Stadion Kanjuruhan masih diliputi ketidakpastian. Itu karena, belum ada perkembangan terbaru dari pemerintah pusat mengenai proses pengelolaan stadion tersebut. Akibatnya, manajemen belum dapat merealisasikan sejumlah program bisnis yang telah disiapkan di venue tersebut.
Seperti diketahui, rencana pengelolaan Stadion Kanjuruhan sudah muncul sejak Desember tahun lalu. Saat itu, manajemen Singo Edan melakukan diskusi dengan tiga kementerian sekaligus. Yakni Kementerian UMKM, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
”Untuk saat ini belum ada, kami masih menunggu update terkini pihak Kementerian,” ujar General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi. Menurutnya, pengelolaan kandang tim tersebut memang harus melalui berbagai pihak dan mekanisme. Itu karena, tidak hanya harus berkomunikasi dengan pemerintah pusat saja, namun perlu berkoordinasi dengan Pemkab Malang.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Malang Minta Bupati Sanusi Tak Korban Stadion Kanjuruhan demi Bangun Alun-ALun
Selama proses penantian tersebut, manajemen Arema FC sempat mendapatkan kabar kalau kementerian akan membentuk tim khusus (timsus) mengenai proyek pengelolaan Stadion Kanjuruhan. Nantinya, akan melibatkan Kemendagri dan Kementerian UMKM.
Menurutnya, informasi mengenai kepastian pengelolaan stadion perlu diperoleh dalam waktu lebih cepat. Sebab, Arema FC mendapatkan kabar kalau Pemkab Malang berencana akan membangun alun-alun di sekitar Stadion Kanjuruhan. Berdasar pengamatannya, Kawasan tersebut cukup dekat di belakang stadion dan berada di sekitar area kolam renang.
Terlepas apakah akan dikelola secara profesional atau menjadi fasilitas umum, area tersebut dinilai Yusrinal sangat menguntungkan.
Menurutnya, apabila Pemkab berhasil mengelola kawasan Kanjuruhan, bisa lebih mudah dalam mengatur alur bisnis di sekitar tempat itu. ”Mengingat, kami juga berencana akan menggandeng UMKM lokal dan komunitas fans di kawasan stadion,” kata pria asal Bogor tersebut.
Pria kerap disapa Inal itu menambahkan, kalau kepastian Arema FC menjadi pengelola stadion dapat memudahkan langkah klub dalam menjalankan planning di sektor ekonomi. Itu karena, mereka sudah berencana untuk menggunakan beberapa fasilitas stadion untuk berbagai event dan acara. ”Tidak hanya yang berkaitan dengan Arema FC saja, namun juga event lain yang bisa membantu ekonomi sekitar,” tambah dia.
Di tempat terpisah, Marcos Santos melihat bermain di Stadion Kanjuruhan penting untuk Arema FC. Itu menyusul, Singo Edan membutuhkan dukungan penuh dari Aremania dalam setiap laga kandang. ”Dukungan mereka penting untuk tim. Jadi tambahan energi untuk pemain,” kata pelatih asal Brasil tersebut. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho