AMPELGADING, RADAR MALANG – Aksi pencarian terhadap pendaki ilegal di Gunung Semeru membuahkan hasil. Belasan pendaki berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Satu di antaranya mengalami luka-luka sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Sebelumnya, 15 Juni lalu petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menemukan 11 orang yang berupaya mendaki ke Gunung Semeru melalui Purbakala, Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading. Belasan orang tersebut diduga ilegal karena berada di luar jalur pendakian.
Baca Juga: Tiga Pendaki Liar Terjatuh di Lereng Gunung Semeru
Setelah diinterogasi, mereka mengakui ingin mendaki tanpa izin alias ilegal. Terungkap pula bahwa jumlahnya bukan 11, melainkan ada 15 orang. Namun sebagian terpancar, sehingga petugas melakukan penelusuran.
Dari keterangan awal, 15 orang tersebut terdiri atas 12 pendaki, 2 guide, dan 1 porter.
“Untuk guide, terdata orang Solo dan Surabaya . Sedangkan porter dari Kudus,” ujar Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha kemarin.
”Sementara 12 pendaki berasal dari Cirebon, Indramayu, Rembang, Kudus, Wonogiri, Magelang, Pati, Malang, Jombang, dan Surabaya,” tambah Nugraha yang enggan menyebutkan nama masing-masing pendaki.
Setelah 11 pendaki diamankan, tim melakukan pencarian untuk empat orang lainnya. Keesokan harinya, tepatnya pada 16 Juni lalu, tim berhasil menemukan tiga pendaki. Tepatnya pada pukul 23.00, mereka diamankan oleh warga Desa Kampung Anyar, Kecamatan Ampelgading. Lokasinya di kawasan Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Taman Satriyan.
Sisa satu pendaki, pencarian pun dilanjutkan. “Informasi awal menyebutkan bahwa yang bersangkutan mengalami cedera, sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan turun sendiri,” katanya.
Pencarian pun dilanjutkan pada 16 Juni pukul 13.00. Kemudian pada pukul 17.00 tim gabungan berhasil menemukan satu pendaki yang tersisa. “Yang bersangkutan saat kami temukan mengalami cedera pada salah satu kaki, sehingga memerlukan penanganan dan evakuasi segera,” imbuh dia.
Setelah melalui medan evakuasi yang ekstrem, sekitar pukul 23.30 berhasil diturunkan. “Pas ganti hari, pukul 02.30 dini hari, korban kami rujuk ke RS Sumber Sentosa Tumpang untuk mendapatkan penanganan medis,” kata dia. Sementara tiga orang yang telah diamankan sebelumnya sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan di Balai Penegakan Hukum Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Kementerian Kehutanan. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho